Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perang Israel vs Hizbullah Tak Terbendung, Oposisi Netanyahu: Waktu Hampir Habis

Perang kemungkinan besar bakal terjadi lebih masif antara Israel dengan Hizbullah yang terus melakukan gempuran di wilayah perbatasan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perang Israel vs Hizbullah Tak Terbendung, Oposisi Netanyahu: Waktu Hampir Habis
khaberni/HO
Pengeboman di Lebanon Selatan. Konfrontasi antara milisi Hizbullah dan tentara Israel di perbatasan kedua negara kian tinggi. 

TRIBUNNEWS.COM - Mediasi yang dilakukan untuk meredam konflik yang terjadi di perbatasan Israel utara dengan Lebanon terus dilakukan.

Namun prediksinya, sumbu panas tak bisa diredam melibatkan pasukan militan Hizbullah dengan Israel.

Perang kemungkinan besar bakal terjadi lebih masif antara Israel dengan Hizbullah yang terus melakukan gempuran di wilayah perbatasan.

Tokoh oposisi PM Israel Benjamin Netanyahu, yakni Benny Gantz menyebutnya tinggal menunggu waktu.

Kepada utusan AS Amos Hochstein, Gantz menyebut 'waktunya hampir habis' untuk memediasi secara bilateral atau internasional demi memulihkan kondisi Timur Tengah.

“Saya menyampaikan penghargaan saya kepada utusan khusus tersebut atas peran pribadinya dalam upaya memfasilitasi stabilitas regional, namun menekankan bahwa waktu hampir habis untuk pengaturan yang dimediasi secara internasional di perbatasan utara,” kata Gantz pada unggahan X (Twitter).

Menurutnya, dia berkomitmen untuk menghilangkan ancaman Hizbullah terhadap orang-orang di Israel utara, terlepas dari perkembangan perang di Gaza.

Rekomendasi Untuk Anda

Juga akan mendukung setiap keputusan politik atau militer yang bertanggung jawab dan efektif mengenai masalah ini dari luar pemerintah.

Roket dan drone Hizbullah telah menyebabkan kerusakan dan korban jiwa yang signifikan di Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Pihak berwenang telah mengevakuasi puluhan ribu penduduk dari kota-kota dan desa-desa di bagian utara israel.

Israel membalasnya dengan serangan udara dan tembakan artileri ke Lebanon, dan membunuh beberapa pemimpin kelompok tersebut.

Baca juga: Analis Militer Israel: Bentrokan Segera Pecah Antara Netanyahu dan Para Komandan Militer IDF

Serangannya telah menewaskan ratusan orang di Lebanon, sebagian besar dari mereka adalah anggota Hizbullah.

Sementara itu, kabinet perang Israel dibubarkan pada hari Senin, menyusul kepergian Gantz dan perdebatan mengenai komposisinya.

Jeda Taktis

Tentara Israel mengumumkan 'jeda taktis' kemanusiaan di Gaza ketika serangan terus berlanjut tanpa henti.

'Jeda' yang diumumkan oleh tentara tidak akan menghentikan operasi militer atau mengubah jumlah bantuan kemanusiaan yang diizinkan masuk ke Gaza.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas