Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pakar Siber Israel Bongkar Penyebab Pager Hizbullah Meledak, Pakai Fitur Kill Switch

Pakar siber Israel menyatakan butuh persiapan berbulan-bulan untuk menjalankan operasi ledakan pada alat komunikasi seperti pager.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Pakar Siber Israel Bongkar Penyebab Pager Hizbullah Meledak, Pakai Fitur Kill Switch
AFP/IT
Ledakan pager di Lebanon menewaskan belasan orang dan melukai ribuan orang lainnya. 

 

TRIBUNNEWS.COM, ISRAEL -  Ribuan pager yang dipakai kelompok Hizbullah di Lebanon meledak serempak, Selasa (17/9/2024).

Akibatnya 14 orang yang memakai pager langsung tewas.

Termasuk melukai ribuan orang lainnya.

Intelijen Israel dituduh terlibat dalam insiden itu meski yang bersangkutan tak berkomentar terkait kejadian itu.

Menurut pejabat Amerika Serikat (AS) dikutip New York Times, Israel telah memasukkan bahan peledak di dalam pager buatan Gold Apollo yang diimpor dari Taiwan.

Ulasan Pakar Siber Israel

Pakar siber Israel menyatakan butuh persiapan berbulan-bulan untuk menjalankan operasi ledakan pada alat komunikasi seperti pager  milik Hizbullah yang meledak serempak itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Dikutip dari The Jerusalem Post, Kamis (19/9/2024), jenis operasi ini lazim di kalangan intelijen.

Namun memerlukan kerja sama signifikan dari organisasi yang terlibat dalam proses manufaktur.

"Operasi tersebut adalah hasil dari perencanaan yang matang," menurut seorang pakar dunia maya Israel.

Operasi tersebut melibatkan pemasangan komponen di dalam pager yang dapat menerjemahkan sinyal menjadi penyalaan dan peledakan.

“Di dunia siber, ada konsep yang dikenal sebagai rantai pasokan,” kata Oleg Brodt, direktur penelitian, pengembangan, dan inovasi di Laboratorium Siber Universitas Ben-Gurion di Negev.

"Banyak serangan terjadi dengan mengorbankan rantai pasokan," ungkapnya kepada Maariv.

"Perangkat elektronik, seperti beeper, berisi banyak komponen, dan masing-masing komponen dapat terinfeksi malware. Malware ini dapat dirancang untuk meningkatkan suhu perangkat, menyebabkan malfungsi, memicunya, atau bahkan memicu ledakan."

"Jenis operasi ini lazim di kalangan intelijen dan membutuhkan kerja sama signifikan dari organisasi yang terlibat dalam proses manufaktur," kata Brodt.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas