Politisi Ukraina Kritik Militer Mulai Rekrut Orang Tuna Rungu dan Pengidap HIV Jadi Tentara
Akibat kekurangan pasukan, Ukraina mulai merekrut warga yang memiliki pengakit. Bahkan pengidap penyakit akut pun tetap dimasukkan dalam daftar mobili
Editor: Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM -- Akibat kekurangan pasukan, Ukraina mulai merekrut warga yang memiliki pengakit. Bahkan pengidap penyakit akut pun tetap dimasukkan dalam daftar mobilisasi militer.
Anggota Komite Verkhovna Rada (parlemen) untuk Keamanan Nasional, Pertahanan, dan Intelijen Oleksandr Fediyenko mengatakan, langkah tersebut sebagai hal yang disayangkan.
Fediyenko mengatakan, warga yang mengidap berbagai penyakit tetap terkena wajib militer.
Baca juga: Kremlin Bantah Laporan Panggilan Telepon Trump-Putin Bahas Ukraina: Ini Fiksi
Menurutnya orang-orang tuli, orang dengan HIV, TBC terbuka, dan penyakit-penyakit lainnya telah mulai direkrut menjadi tentara Ukraina.
"Baru-baru ini militer Ukraina memobilisasi seorang tuna rungu dan seorang yang dalam laporannya laporannya menyatakan keterbelakangan mental pada tingkat ini dan itu, gangguan bicara yang rumit, atrofi otak parsial," kata Fediyenko dikutip dari Strana.
Ia pun menyayangkan terhadap apa yang dilakukan oleh militer Ukraina karena dianggap tak rasiional. Ia menuding perekrutan sebagai omong kosong belaka.
Sementara pada sisi lain, perusahaan militer di Ukraina mulai tidak jujur kepada militer mereka dengan menyembunyikan karyawannya agar tidak terkena wajib militer.
Fidiyenko mengatakan modus perusahaan tersebut adalah dengan memecat karyawannya, sehingga tidak masuk dalam daftar wajib militer.
Pada kenyataannya, mereka tetap dipekerjakan untuk menjalankan produksi alat-alat militer Ukraina.
Baca juga: Pasokan Rudal Storm Shadow Ngadat, Hubungan Ukraina-Inggris Kini Hambar
Ukraina memang sedang melakukan segara cara untuk menambah prajurit yang sangat berkurang karena perang melawan Rusia.
Karenanya karyawan perusahaan strategis yang sangat penting bagi perekonomian selama masa perang pun harus masuk wajib militer.
Sebelumnya Ukraina pun telah memaksa para dokter di rumah sakit militer dan teknisi serta operator pesawat militer untuk angkat senjata melawan Rusia.
Hal ini dikritik oleh parlemen karena sebenarnya mereka memiliki kelebihan yang bisa digunakan di sektor pertahanan lainnya bukan untuk berperang di garis depan.