Netanyahu Akui Serangan Israel di Qatar: Kami Memerangi Hamas
Perdana Menteri Israel Netanyahu mengakui serangan Israel di Qatar dengan dalih memerangi delegasi Hamas yang bertanggungjawab untuk negosiasi.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Pravitri Retno W
Hamas, sementara itu, mengklaim sejumlah pemimpin selamat meski ada korban di antara pendamping dan keluarga.
Laporan awal dari Qatar, Al Jazeera, dan kantor berita internasional menyebutkan setidaknya enam korban jiwa, termasuk putra pemimpin Hamas Khalil al-Hayya, direktur kantornya, tiga pengawal, serta seorang anggota pasukan keamanan dalam negeri Qatar.
Perdana Menteri Qatar: Ini Adalah Terorisme
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, mengecam keras serangan Israel.
Ia menyebutnya sebagai "terorisme negara" dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.
"Apa yang terjadi hari ini adalah terorisme negara dan upaya untuk mengganggu keamanan dan stabilitas regional," ujarnya dalam konferensi pers pada hari Selasa.
Ia menegaskan negaranya berhak merespons dengan tegas, membentuk tim hukum untuk mengambil langkah internasional, dan siap menindak setiap pelanggaran keamanan.
"Qatar tidak akan tinggal diam," tegasnya.
Ia juga menyalahkan Benjamin Netanyahu atas serangan yang melanggar kedaulatan Qatar.
"Netanyahu telah membawa kawasan ini ke tingkat yang tak terelakkan, dan kebiadabannya harus ditanggapi secara terpadu. Tindakan Israel tidak boleh diabaikan, dan semua tindakan yang diperlukan harus diambil untuk melawannya," katanya.
Namun, serangan itu juga menghantam peran Qatar sebagai mediator perdamaian. Sheikh Mohammed mengaku upaya panjang Doha untuk menjaga negosiasi kini seolah runtuh.
"Doha berusaha sekuat tenaga untuk memastikan keberhasilan negosiasi, tetapi setelah serangan hari ini, tidak ada yang tersisa," ujarnya dengan nada kecewa.
Setelah serangan tersebut, muncul kabar sekutu Israel, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, langsung menelepon Emir Qatar.
Trump disebut mengecam tindakan Israel dan menekankan serangan tersebut tidak pernah dikoordinasikan dengan Amerika Serikat.
Namun, Qatar menegaskan tidak pernah menerima pemberitahuan soal serangan itu, meski ada klaim sebaliknya.
Sementara itu, Hamas menyatakan Israel gagal mencapai targetnya dan delegasi negosiasi mereka selamat.
Baca tanpa iklan