Netanyahu Akui Serangan Israel di Qatar: Kami Memerangi Hamas
Perdana Menteri Israel Netanyahu mengakui serangan Israel di Qatar dengan dalih memerangi delegasi Hamas yang bertanggungjawab untuk negosiasi.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Pravitri Retno W
Serangan Israel ke Doha pada 9 September 2025 segera memicu gelombang kecaman internasional.
Dari PBB hingga berbagai negara, suara yang muncul sama: tindakan Israel dianggap sebagai pelanggaran berat hukum internasional dan kedaulatan Qatar.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyebut serangan itu sebagai "pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Qatar".
Ia menekankan, "Qatar memainkan peran yang sangat positif dalam mencapai gencatan senjata di Gaza dan pembebasan semua tahanan", seraya menyerukan agar semua pihak berupaya mencapai gencatan senjata permanen, bukan menghancurkannya.
Presiden Majelis Umum PBB, Annalena Baerbock, menambahkan, "Kedaulatan dan integritas wilayah semua negara anggota harus dihormati. Upaya diplomatik harus diintensifkan untuk mencapai gencatan senjata segera dan berkelanjutan di Gaza."
Dari Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam keras dengan mengatakan, "Serangan Israel terhadap keamanan dan ketenangan Qatar menunjukkan bahwa pemerintahan Netanyahu yang gegabah bertujuan memperdalam konflik. Mereka yang menjadikan terorisme sebagai kebijakan negara tidak akan pernah mencapai tujuan mereka."
Ia menegaskan Turki berdiri bersama Qatar dan Palestina.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyatakan solidaritas penuh dengan Qatar dan rakyat Palestina, menyebut serangan itu sebagai pelanggaran Piagam PBB.
Kementerian Luar Negeri Iran bahkan menilainya sebagai "tindakan berbahaya dan kriminal."
Di Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut serangan Israel "tidak dapat diterima apa pun motifnya" dan menegaskan perang tidak boleh dibiarkan meluas.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut serangan ke Qatar "tidak dapat diterima" dan memuji upaya Doha dalam mediasi.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, PM Spanyol Pedro Sanchez, dan PM Italia Giorgia Meloni juga sama-sama mengutuk agresi Israel, menegaskan dukungan terhadap peran mediasi Qatar.
Nada serupa datang dari Norwegia, Uni Eropa, Organisasi Kerja Sama Islam, Pakistan, Indonesia, Irlandia, hingga Tiongkok.
Uni Eropa memperingatkan serangan itu menimbulkan ancaman eskalasi serius, sementara Indonesia menyebutnya sebagai pelanggaran berat Piagam PBB.
Bahkan Paus Leo XIV turut angkat suara, menyebut situasi ini "sangat serius" dan mengajak dunia berdoa agar tidak semakin memburuk.
Baca tanpa iklan