Netanyahu Akui Serangan Israel di Qatar: Kami Memerangi Hamas
Perdana Menteri Israel Netanyahu mengakui serangan Israel di Qatar dengan dalih memerangi delegasi Hamas yang bertanggungjawab untuk negosiasi.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Pravitri Retno W
Israel terus melancarkan operasi militernya di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Militer Israel menuding Hamas sebagai penyebab kehancuran di Gaza, setelah kelompok itu pada 7 Oktober 2023 melancarkan Operasi Banjir Al-Aqsa, menembus pertahanan di selatan Israel dan menyandera sekitar 250 orang.
Meski telah terjadi beberapa kali pertukaran tahanan, terakhir pada Januari 2025, Israel menyatakan masih ada sekitar 50 orang yang ditahan di Gaza.
Hamas, di sisi lain, menyebut serangan tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap pendudukan Israel sejak 1948 dan perebutan kompleks Masjid Al-Aqsa.
Sebagai respons, Israel menutup akses masuk ke Gaza dan melancarkan serangan udara serta darat besar-besaran.
Menurut data Kementerian Kesehatan Palestina pada Selasa (9/9/2025), korban jiwa mencapai 64.605 orang tewas dan 163.319 lainnya luka-luka sejak awal perang.
Selain itu, Al Jazeera melaporkan sedikitnya 393 orang meninggal akibat kelaparan di Gaza.
Israel juga dilaporkan menembaki warga yang mencari bantuan, dengan catatan 2.430 orang tewas dan 17.794 lainnya terluka sejak 27 Mei 2025.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan