Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Donald Trump Cuci Tangan, Qatar Berhak Membalas Israel, Hamas Bilang AS Ikut Terlibat

Presiden AS Donald Trump, Selasa membantah terlibat dalam serangan Israel terhadap Qatar meski mengaku sudah diberitahu Israel soal serangan ke Qatar.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Donald Trump Cuci Tangan, Qatar Berhak Membalas Israel, Hamas Bilang AS Ikut Terlibat
YouTube DW
ISRAEL SERANG QATAR - Tangkapan layar menunjukkan asap membumbung tinggi setelah jet-jet Israel melakukan serangan udara di Ibu Kota Qatar, Doha, Selasa (9/9/2025). 

Tuntutan Hamas meliputi:

  • Pengakhiran segera agresi dan penarikan penuh tentara Israel dari Gaza.
  • Pertukaran tahanan yang "nyata".
  • Bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi.

Trump Cuci Tangan

Adapun Presiden AS Donald Trump, Selasa membantah terlibat dalam serangan Israel terhadap Qatar.

Trump mengatakan keputusan untuk melancarkan serangan itu adalah keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bukan keputusannya.

"Ini adalah keputusan yang dibuat oleh Perdana Menteri Netanyahu, bukan keputusan saya," kata Trump dalam sebuah postingan di platform Truth Social miliknya, seraya menambahkan bahwa ia ingin perang Gaza "BERAKHIR, SEKARANG!"

"Pagi ini, Pemerintahan Trump diberitahu oleh Militer Amerika Serikat bahwa Israel sedang menyerang Hamas yang, sayangnya, terletak di bagian Doha, Ibu Kota Qatar," kata Trump dalam postingannya, tanpa mengungkapkan detail bagaimana militer AS mengetahui serangan tersebut.

Serangan itu "tidak memajukan tujuan Israel atau Amerika," kata Trump.

"Namun, melenyapkan Hamas, yang telah mengambil untung dari penderitaan warga Gaza, adalah tujuan yang mulia."

Rekomendasi Untuk Anda

Trump menambahkan kalau dia telah memerintahkan Utusan Khusus AS Steve Witkoff untuk memberi tahu Qatar tentang serangan tersebut.

Namun, "sayangnya sudah terlambat untuk menghentikan serangan," menurut pernyataannya di Truth Social.

Pihak Gedung Putih kemudian menegaskan kembali dukungan Presiden Donald Trump untuk sekutu mereka di Timur Tengah, Qatar.

Di sisi lain, Gedung Putih menolak untuk mengonfirmasi apakah Israel telah memberi tahu Washington sebelumnya tentang serangannya.

Meskipun melenyapkan Hamas merupakan "tujuan yang layak," serangan di ibu kota Qatar, Doha "tidak memajukan tujuan Israel atau Amerika," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt kepada wartawan, saat membacakan sebuah pernyataan.

"Presiden memandang Qatar sebagai sekutu dan sahabat Amerika Serikat yang kuat, dan merasa sangat prihatin dengan lokasi serangan ini," ujarnya.

Qatar, yang merupakan rumah bagi pangkalan militer AS yang besar, telah memainkan peran kunci dalam memediasi negosiasi antara Israel dan Hamas sejak 7 Oktober 2023.

"Pemerintahan Trump telah diberitahu oleh militer Amerika Serikat bahwa Israel sedang menyerang Hamas," ujar Leavitt, yang dengan tegas menolak memberikan rincian lebih lanjut ketika ditanya berulang kali untuk menjelaskan bagaimana militer memperoleh informasi tersebut.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas