Di Masa Damai Pascaperang Gaza, Netanyahu Malah Beri Ancaman ke Hamas Lagi
Perdana Menteri Israel, Benjami Netanyahu keluarkan ancaman ke Hamas di masa damai pascaperang Gaza. Ia menyebut Hamas harus dilucuti.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengancam Hamas.
- Netanyahu menyebut Hamas harus segera dilucuti.
- Dalam pernyataannya, Netanyahu memperingatkan akan adanya kekacauan bila tidak mengikuti syarat tersebut.
TRIBUNNEWS.COM - Di masa damai pascaperang Gaza, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang bisa membuat panas situasi.
Benjamin Netanyahu menyatakan harapan untuk mencapai fase perdamaian berikutnya dalam kesepakatan antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza.
Namun, ia secara tegas menggarisbawahi satu syarat mutlak yang harus dipenuhi Hamas, yakni pelucutan senjata dan demiliterisasi total.
Tanpa hal tersebut, Netanyahu memperingatkan, "semua kekacauan akan pecah".
Syarat yang digaungkan kembali oleh Netanyahu ini sejalan dengan kondisi yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mediator utama dalam kesepakatan damai tersebut.
"Pertama, Hamas harus menyerahkan senjatanya," kata Netanyahu dalam wawancara eksklusif dengan CBS Mornings.
"Dan kedua, Anda ingin memastikan bahwa tidak ada pabrik senjata di dalam Gaza. Tidak ada penyelundupan senjata ke Gaza. Itulah demiliterisasi," tegasnya.
Sementara Israel optimistis, kelompok militan Hamas menolak mentah-mentah persyaratan untuk menyerahkan persenjataannya.
Penolakan ini memicu peringatan keras dari Presiden Trump.
Trump mengancam, jika Hamas tidak melucuti senjata, "kami akan melucuti mereka".
"Dan itu akan terjadi dengan cepat dan mungkin dengan kekerasan," tegas Trump.
Baca juga: Pasca Nyatakan Perang Gaza Berakhir, Kini Trump Minta Netanyahu Diberi Pengampunan
Hamas Kembalikan 4 Jenaza Sandera
Hamas kembali mengembalikan empat jenazah sandera lainnya pada Selasa (14/10/2025).
Pengembalian empat jenazah ini dilakukan Hamas setelah Israel menuduh kelompok tersebut tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata.
Selain menuduh, Israel bahkan mengancam Hamas akan menghentikan bantuan ke Gaza.
Perselisihan mengenai jenazah 28 sandera menjadi krisis pertama dalam proses perdamaian.
Baca tanpa iklan