Rusia Bom Gardu Induk Nuklir Ukraina, Badan Atom Dunia Keluarkan Peringatan 'Level Kritis'
Ukraina diambang kritis bahaya nuklir setelah serangan Rusia menghantam gardu induk nuklir. Kiev terancam beku di musim dingin.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Tim penyelamat mengevakuasi 12 penghuni.
Layanan darurat melaporkan kerusakan tambahan pada fasilitas swasta dan mengatakan kerusakan paling parah terjadi di fasilitas infrastruktur yang tidak diketahui, di mana kebakaran besar kemudian dipadamkan.
Oleg Hryhorov, kepala administrasi militer regional Sumy, yang melaporkan 11 cedera di blok apartemen, mengatakan serangan itu merusak depo penumpang kereta api, sementara bangunan utilitas dan gerbong hancur.
Serangan terhadap Sumy terjadi sebagai bagian dari gelombang serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia yang meluas di Ukraina pada hari Kamis.
Para pejabat mengatakan serangan pesawat tak berawak dan bom Rusia menewaskan tujuh orang di wilayah Donetsk timur, wilayah Zaporizhzhia selatan, dan wilayah Vinnytsa tengah.
Perusahaan energi swasta terbesar Ukraina, DTEK, mengatakan serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap pembangkit listrik termalnya memicu kebakaran dan merusak peralatan.
"Kami masih menilai kerusakannya, tetapi tidak diragukan lagi serangan ini merupakan pukulan telak bagi upaya kami untuk menjaga aliran listrik tetap mengalir musim dingin ini," tulis CEO Maxim Timchenko di X.
Operator jaringan listrik nasional Ukraina, Ukrenergo, mengatakan pembatasan daya darurat hingga 3 jam diterapkan di seluruh wilayah menyusul gelombang terbaru serangan Rusia terhadap fasilitas energi.
Dikatakannya, pemadaman listrik baru tercatat di beberapa wilayah semalam akibat serangan pesawat tak berawak, dan kru perbaikan sedang bekerja untuk memulihkan pasokan.
Perdana Menteri Yulia Svyrydenko menuduh Rusia menargetkan pasokan listrik Ukraina menjelang musim dingin.
"Tujuan mereka adalah menjerumuskan Ukraina ke dalam kegelapan. Tujuan kami adalah menjaga agar lampu tetap menyala," tulisnya di Telegram.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dalam pidato video malam hari bahwa Rusia meluncurkan 650 pesawat tak berawak dan 50 rudal di seluruh negeri.
(oln/tmt/nw/*)