Daftar 19 Negara Sekutu Non-NATO AS atau MNNA, Terbaru Ada Arab Saudi
Inilah daftar 19 negara Major Non-NATO Ally (MNNA) Amerika Serikat, Arab Saudi menjadi negara ke-20.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Arab Saudi ditetapkan sebagai Sekutu Utama Non-NATO (Major Non-NATO Ally/MNNA) Amerika Serikat.
- Arab Saudi menjadi negara ke-20 yang ditetapkan sebagai MNNA, meskipun kini anggotanya tinggal 19.
- Berikut daftar 19 negara MNNA Amerika Serikat.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Donald Trump pekan lalu menetapkan Arab Saudi sebagai Sekutu Utama Non-NATO (Major Non-NATO Ally/MNNA) Amerika Serikat.
Penetapan tersebut, dilakukan setelah kunjungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman ke Washington D.C., dan menjadikan kerajaan itu negara ke-20 (termasuk Afghanistan) yang menyandang status MNNA, sebuah simbol kuat dari hubungan kedua negara.
Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran para aktivis hak asasi manusia mengenai represi politik Arab Saudi terhadap para pembangkang, termasuk pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun 2018 yang masih membayangi hubungan Saudi–AS.
“Penunjukan ini merupakan alat favorit para presiden AS untuk menutup kunjungan penting dengan sentuhan simbolis yang menandakan hubungan yang lebih erat,” ujar Tressa Guenov, Direktur Program dan Operasi di Dewan Atlantik sekaligus mantan Wakil Asisten Menteri Pertahanan.
“Penunjukan ini tidak memberikan jaminan keamanan khusus atau yang dapat ditegakkan secara hukum, dan bukan perjanjian yang mengikat,” tambahnya dalam analisis yang dipublikasikan pekan lalu.
Status MNNA adalah sebutan berdasarkan hukum AS yang memberikan manfaat tertentu bagi negara mitra, terutama dalam perdagangan pertahanan dan kerja sama keamanan.
Fasilitas tersebut mencakup akses ke pengetahuan militer AS, pelatihan bersama, serta prioritas dalam memperoleh surplus peralatan pertahanan.
Status ini juga memudahkan akses ke Penjualan Militer Asing (Foreign Military Sales/FMS) dan teknologi pertahanan buatan AS.
Daftar Lengkap Negara yang Ditunjuk sebagai Sekutu Utama Non-NATO AS
Berikut 19 negara pemegang status MNNA beserta tahun penetapannya:
- Australia – 1987 — Presiden Ronald Reagan
- Jepang – 1987 — Presiden Ronald Reagan
- Mesir – 1987 — Presiden Ronald Reagan
- Israel – 1987 — Presiden Ronald Reagan
- Selandia Baru – 1996 — Presiden Bill Clinton
- Yordania – 1996 — Presiden Bill Clinton
- Argentina – 1998 — Presiden Bill Clinton
- Bahrain – 2002 — Presiden George W. Bush
- Filipina – 2003 — Presiden George W. Bush
- Thailand – 2003 — Presiden George W. Bush
- Tunisia – 2015 — Presiden Barack Obama
- Brasil – 2019 — Presiden Donald Trump
- Kolombia – 2022 — Presiden Joe Biden
- Qatar – 2022 — Presiden Joe Biden
- Kuwait – 2024 — Presiden Joe Biden
- Maroko – 2024 — Presiden Joe Biden
- Pakistan – 2024 — Presiden Joe Biden
- Kenya – 2024 — Presiden Joe Biden
- Arab Saudi – 2025 — Presiden Donald Trump
Pada 2022, Presiden Joe Biden mencabut status Afghanistan sebagai MNNA setelah Taliban kembali berkuasa.
Baca juga: Mantan Jenderal AS Sebut Saudi Tak Mungkin Bocorkan Teknologi F-35, tapi China Mungkin Gunakan Intel
Israel, Yordania, dan Mesir telah lama menerima bantuan militer signifikan dari AS, bahkan sebelum penetapan status MNNA.
Kerja sama keamanan AS di kawasan tersebut semakin menguat sejak perjanjian damai Mesir–Israel dan Yordania–Israel.
Di kawasan Amerika Selatan, AS juga mendukung Kolombia dalam menangani keamanan perbatasan, pemberantasan narkoba, serta ancaman pemberontakan.
Sementara itu, ketegangan regional meningkat menyusul pertimbangan Donald Trump terkait opsi militer untuk kemungkinan intervensi di Venezuela.
Sejarah MNNA
Mengutip Los Angeles Times, status MNNA pertama kali ditetapkan pada tahun 1987 ketika Kongres AS menambahkan Pasal 2350a (juga dikenal sebagai Amandemen Sam Nunn) ke dalam Judul 10 Kitab Undang-Undang Amerika Serikat.
Baca tanpa iklan