5 Populer Internasional: Kecelakaan Pesawat Pribadi dari Indonesia di Jepang - Banjir di Washington
Kompilasi berita populer Tribunnews di kanal internasional dalam satu hari terakhir, di antaranya kecelakaan pesawat pribadi di Jepang.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Garudea Prabawati
Beberapa hari terakhir, kawasan ini diguyur hujan deras akibat fenomena sungai atmosfer.
Sungai atmosfer adalah aliran panjang dan sempit uap air di atmosfer yang membawa banyak air dari daerah tropis ke daratan.
Saat uap ini bertemu pegunungan atau udara dingin, ia turun sebagai hujan deras yang berpotensi menyebabkan banjir.
Hujan ekstrem memaksa ribuan warga mengungsi.
Ratusan rumah terendam, sementara infrastruktur seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan, lapor NBC News.
Air banjir mulai surut pada Jumat (12/12/2025).
Meski begitu, pejabat setempat memperingatkan gelombang banjir baru diperkirakan akan melanda wilayah paling parah minggu depan.
“Situasi ini belum berakhir dan tidak akan berakhir dalam beberapa hari ke depan,” kata Robert Ezelle, Direktur Divisi Manajemen Darurat Washington.
Ahli meteorologi memperingatkan aliran atmosfer baru diperkirakan akan melintasi Pasifik Barat Laut pada Minggu malam, membawa hujan tambahan 2–3 inci dan berpotensi memperpanjang atau memicu banjir baru.
“Beberapa sungai mungkin kembali mencapai ambang banjir pada Selasa atau Rabu,” kata Jeff Michalski dari National Weather Service di Seattle, dikutip dari FOX Weather.
Baca juga: Militer Kerajaan Thailand Bantah Klaim Donald Trump soal Gencatan Senjata
Perubahan iklim disebut berperan dalam intensitas hujan ekstrem ini, meskipun sulit mengaitkan satu peristiwa langsung dengan perubahan iklim.
Di Mount Vernon, tanggul Sungai Skagit berhasil menahan debit air tertinggi yang pernah tercatat, namun kota tetap rawan banjir lebih lanjut.
3. Hamil 4 Bulan, Tentara Wanita Kamboja Tewas di Medan Perang Lawan Thailand
Seorang tentara wanita Kamboja bernama Mut Saveun tewas saat ikut berperang melawan militer Thailand di wilayah perbatasan dua negara.
Mut Saveun sedang hamil 4 bulan saat peluru tentara Thailand menewaskannya pada pada 10 Desember 2025.
Baca tanpa iklan