Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ukraina Mau Lupakan NATO asalkan Dapat Jaminan Keamanan Barat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dikabarkan mau melepas ambisi Ukraina bergabung NATO, namun harus mendapat jaminan keamanan dari Barat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ukraina Mau Lupakan NATO asalkan Dapat Jaminan Keamanan Barat
Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY DAN TENTARA - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Senin (15/12/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam unggahan pada 12 Desember 2025. Pada 14 Desember, Ukraina dikabarkan mau melepaskan ambisi NATO-nya dengan syarat. 

Selanjutnya, berikut perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina.

  • AS Belum Tanggapi Proposal Terbaru

Ukraina mengesampingkan proposal perdamaian yang diajukan AS dan konon disusun dengan Rusia.

Pekan lalu, negara itu mengajukan proposal baru kepada AS sebagai pertimbangan untuk kelanjutan negosiasi.

Namun, Ukraina belum menerima tanggapan dari AS.

"Tidak, saya belum menerima tanggapan dari Amerika Serikat. Saya telah mendengar beberapa pesan melalui tim negosiasi saya, tetapi saya telah menerima semua sinyal dan akan siap untuk dialog, yang akan dimulai sekarang," kata Zelenskyy, dikutip dari Suspilne.

Pada 11 Desember, Zelenskyy menyatakan AS menilai gencatan senjata penuh antara Ukraina dan Rusia hanya dapat terwujud setelah penandatanganan perjanjian perdamaian kerangka.

Ukraina juga telah menyampaikan responsnya kepada AS terkait “rencana perdamaian” yang dibahas perwakilan Trump dengan Putin di Moskow pada 2 Desember. 

Rekomendasi Untuk Anda

Zelenskyy mengungkapkan draf perjanjian tersebut memuat kesepakatan jumlah personel Angkatan Bersenjata Ukraina sebanyak 800.000 prajurit.

Namun, sejumlah isu masih belum disepakati, termasuk masalah teritorial dan kendali atas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia. 

Ia menegaskan, keputusan terkait wilayah harus ditentukan oleh rakyat Ukraina melalui pemilihan umum atau referendum.

  • Dampak Serangan Besar Rusia, Listrik Terputus di Wilayah Odessa

Setelah serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi wilayah Odessa, sebagian pusat kota masih tanpa listrik.

Tidak ada penerangan di rumah-rumah, dan di beberapa tempat air dan pemanas ruangan menyala dan padam secara berkala.

Meski listik mati, warga Odessa menemukan cara untuk beradaptasi dengan kesulitan sementara ini.

"Tidak ada listrik. Untungnya ada air dan gas. Dan ini normal. Ada baterai kecil, tapi juga hampir habis," kata Yulia, warga setempat. 

Warga lainnya juga menemukan cara untuk menjalani kehidupannya. 

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas