Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ukraina Mau Lupakan NATO asalkan Dapat Jaminan Keamanan Barat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dikabarkan mau melepas ambisi Ukraina bergabung NATO, namun harus mendapat jaminan keamanan dari Barat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ukraina Mau Lupakan NATO asalkan Dapat Jaminan Keamanan Barat
Website Presiden Ukraina
ZELENSKYY DAN TENTARA - Foto diunduh dari laman Presiden Ukraina, Senin (15/12/2025), memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam unggahan pada 12 Desember 2025. Pada 14 Desember, Ukraina dikabarkan mau melepaskan ambisi NATO-nya dengan syarat. 

"Ada generator di toko, jadi saya pergi dan mengisi daya ponsel saya. Power bank akan terisi penuh, dan saya akan pulang. Selagi masih terang di luar, saya akan segera memasak makanan," kata Nelya, warga lain.

Sebelumnya, serangan Rusia menghantam wilayah Odessa pada 12-13 Desember 2025, menyebabkan rusaknya fasilitas energi listrik di sebagian besar wilayah.

  • Ukraina Serang Depot Minyak Rusia

Unit-unit Pasukan Pertahanan Ukraina menyerang fasilitas kilang minyak Afipsky di Wilayah Krasnodar Federasi Rusia, depot minyak Uryupinsk di Wilayah Volgograd pada Minggu malam.

Selain itu, sejumlah fasilitas tentara Rusia di wilayah Ukraina yang diduduki.

Di wilayah Donetsk, serangan Ukraina menghantam stasiun perang elektronik Volna-2, dua pos komando dari berbagai unit Divisi Serangan Lintas Udara ke-76, serta stasiun perang elektronik dan stasiun radar Imbyr.

Sistem rudal anti-pesawat Tor-M2 dan laboratorium sistem tak berawak Rusia diserang di wilayah Zaporizhia.

Selain itu, di Krimea yang diduduki, militer Ukraina menyerang dua pangkalan bahan bakar dan pelumas, stasiun radar Kasta-2E2, dan elemen penting untuk sistem pertahanan udara S-300/S-400 — stasiun radar 96L6E.

  • Rusia Tak Mau Kembalikan Krimea

Rekomendasi Untuk Anda

Ajudan Putin, Yury Ushakov mengatakan Ukraina tidak memiliki peluang untuk merebut kembali Krimea.

Ia menyebut warga Krimea memilih "bergabung" dengan Rusia melalui referendum tahun 2014.

"Sudah pasti, seratus persen yakin (Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy) tidak akan berhasil (merebut kembali) Krimea," kata Yury Ushakov kepada jurnalis Rusia Pavel Zarubin, Minggu.

Ia menambahkan bahwa aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO tidak realistis, lapor Russia Today.

Ukraina berulang kali menegaskan bahwa mereka akan merebut kembali Krimea dengan cara apapun.

  • Zelenskyy Protes, Pasukan Ukraina dan Rusia Harus Sama-sama Mundur dari Timur

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan tidak adil jika pasukan Ukraina meninggalkan sebagian wilayah timur Ukraina yang saat ini mereka kuasai jika pasukan Rusia juga tidak mundur.

"Saya percaya bahwa hingga hari ini, pilihan yang adil dan memungkinkan adalah 'kita tetap di tempat kita berdiri'. Dan ini benar, karena inilah yang dimaksud dengan gencatan senjata – kedua pihak tetap di tempat mereka berada, dan kemudian mereka mencoba menyelesaikan semua masalah umum secara diplomatis," katanya.

"Saya tahu bahwa Rusia tidak memandang hal ini secara positif, dan saya ingin Amerika mendukung kita dalam masalah ini. Namun, ketika kami memberi isyarat 'kami tetap di tempat kami berdiri', Rusia menjawab bahwa kami harus meninggalkan Donbas atau mereka akan tetap mendudukinya," lanjutnya.

Presiden Ukraina lalu mengungkapkan bahwa AS meminta hal tersebut.

"Lalu AS berkata: mari kita buat kompromi seperti ini – Rusia tidak akan memasuki sebagian wilayah timur kita, dan Angkatan Bersenjata Ukraina akan mundur. Saya rasa ini tidak adil, karena ini adalah zona ekonomi, siapa yang akan mengelolanya?" tanyanya.

Menurut Zelenskyy, hal ini akan adil jika ada pasukan penengah di sana dan pasukan dari kedua pihak mundur.

"Jika kita berbicara tentang semacam zona penyangga di sepanjang garis kontak, jika kita berbicara tentang semacam zona ekonomi, kita percaya seharusnya hanya ada misi kepolisian di sana dan pasukan harus mundur," ujarnya.

Ia mempertanyakan mengapa pasukan Rusia tidak mundur sejauh apa yang diminta terhadap pasukan Ukraina.

"Dalam hal ini, pertanyaannya sangat sederhana. Jika pasukan Ukraina mundur sejauh 5-10 km dan seterusnya, misalnya, mengapa pasukan Rusia tidak mundur lebih jauh ke wilayah pendudukan dengan jarak yang sama? Oleh karena itu, ini adalah pertanyaan yang belum memiliki jawaban. Tetapi ini adalah isu yang sangat sensitif dan sangat hangat," ungkapnya, lapor Pravda.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 4/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas