Transparansi Jadi Syarat, Indonesia Kian Dekat Masuk OECD
Indonesia berpeluang besar menjadi anggota OECD. Keanggotaan ini diyakini memperkuat ekonomi, investasi, dan posisi Indonesia di kancah global
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Indonesia diharapkan segera bergabung sebagai anggota OECD karena dinilai membawa keuntungan strategis bagi ekonomi, investasi, dan posisi geopolitik global
- Wakil Sekjen OECD Yasushi Masaki menyebut keanggotaan ini menuntut reformasi struktural, transparansi tata kelola, dan penyesuaian regulasi
- Dalam jangka panjang, OECD diyakini mempercepat Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi dan memperkuat daya tawar global.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Indonesia diharapkan dapat segera menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Keanggotaan tersebut dinilai akan membawa banyak keuntungan strategis bagi Indonesia, baik dari sisi ekonomi, investasi, maupun posisi geopolitik global.
Hal tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal OECD, Yasushi Masaki, dalam keterangannya khusus kepada Tribunnews.com, sore ini, Minggu (16/2/2025).
“Saat saya menjabat sebagai Duta Besar Jepang untuk Indonesia, pimpinan di Indonesia pernah menargetkan bahwa dalam dua tahun ke depan Indonesia diharapkan dapat menjadi anggota OECD,” ujar Yasushi Masaki.
Menurut Masaki, terdapat banyak manfaat besar yang dapat diperoleh Indonesia apabila resmi bergabung sebagai anggota OECD.
Baca juga: Matsuri Udang Akiho Jepang Hadirkan Black Tiger dari Indonesia
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah peningkatan transparansi, khususnya dalam pelaporan keuangan kepada komunitas internasional.
“Tentu salah satu persyaratannya adalah Indonesia harus bisa lebih transparan dalam laporan keuangannya kepada dunia,” jelasnya.
Namun demikian, Masaki menegaskan bahwa proses menuju keanggotaan OECD juga memiliki sejumlah tantangan penting yang harus dihadapi Indonesia.
Di antaranya adalah tuntutan untuk melakukan reformasi struktural yang serius, meningkatkan transparansi tata kelola, serta melakukan penyesuaian regulasi domestik agar selaras dengan standar OECD.
“Meskipun demikian, justru tantangan inilah yang membuat manfaat keanggotaan OECD menjadi sangat besar dalam jangka panjang bagi Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Masaki menyebutkan sejumlah keuntungan khusus yang berpotensi diperoleh Indonesia jika menjadi anggota OECD.
Salah satunya adalah percepatan transisi status ekonomi, dari negara upper middle income menuju high income country.
Selain itu, keanggotaan OECD juga akan memperkuat daya tawar Indonesia dalam hubungan ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara maju seperti Jepang, Uni Eropa, dan Amerika Serikat.
Indonesia juga akan memperoleh akses pasar dan teknologi yang lebih luas, serta memperkuat perannya di kawasan Indo-Pasifik.
Dengan berbagai keuntungan strategis tersebut, keanggotaan OECD dinilai sebagai langkah penting bagi Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional dan meningkatkan posisinya di panggung global.
Diskusi perekonomian di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Baca tanpa iklan