Mengenal Delta Force, Unit Operasi Khusus AS yang Menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Delta Force disebut berada di balik operasi rahasia AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam serangan mendadak.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Endra Kurniawan
Pasukan ini dilatih dalam perlindungan tingkat tinggi bagi pejabat penting.
Mereka juga dilatih melakukan penyusupan rahasia di pesawat, kapal, kendaraan, dan lingkungan perkotaan padat.
Meski sebagian besar operasinya sangat rahasia, Delta Force diyakini pernah terlibat dalam sejumlah misi besar.
Operasi tersebut antara lain invasi Grenada pada 1983.
Unit ini juga terlibat dalam penangkapan Presiden Panama Manuel Noriega pada 1990.
Delta Force beroperasi di Afghanistan dan Irak pasca-serangan 11 September.
Unit ini terlibat dalam Pertempuran Mogadishu pada 1993.
Delta Force juga berperan dalam operasi yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi pada 2019, dilansir The Washington Post.
Struktur Delta Force terdiri dari beberapa skuadron utama.
Skuadron tersebut terbagi ke dalam tim pengintaian dan penembak jitu.
Selain itu terdapat pasukan aksi langsung.
Rekrutmen dilakukan secara sangat ketat.
Mayoritas personel direkrut dari Green Berets dan Resimen Ranger ke-75.
Baca juga: Update Terkini Serangan Militer AS terhadap Venezuela, Presiden Maduro dan Istri Tiba di New York
NDTV melaporkan proses seleksi fisik dan mentalnya termasuk yang paling berat di dunia.
Dalam konteks Venezuela, analis menilai keterlibatan Delta Force menandai eskalasi besar kebijakan AS.
Langkah tersebut diarahkan langsung ke Caracas.
Baca tanpa iklan