Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Kanada Ketakutan, Giliran Negara Berikutnya yang Dicaplok Trump

Tindakan militer sepihak apa pun oleh pemerintahan Trump akan sangat mengganggu keamanan Kanada.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Kanada Ketakutan, Giliran Negara Berikutnya yang Dicaplok Trump
HO/IST/Isaac Demeester/Unsplash
WAS-WAS DICAPLOK AS - Pemukiman warga yang tenang di Dusun Pond Inlet di Pulau Baffin, Nunavut, Kanada. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer AS dan ambisi Presiden Donald Trump merebut Greenland dari tangan Denmark membuat rakyat Kanada was-was negaranya ikut dicaplok dan dijadikan negara bagian AS ke-51. 

Ringkasan Berita:
  • Kanada khawatir negaranya bakal dicaplok AS dan jadi negara bagian AS ke-51 setelah militer AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta ambisi Presiden Donald Trump merebut Greenland dari tangan Denmark.
  • Tindakan militer sepihak apa pun oleh pemerintahan Trump akan sangat mengganggu keamanan Kanada karena akan mengancam aliansi erat Kanada-Denmark dan hubungan Kanada-AS.

 

TRIBUNNEWS.COM - Warga Kanada kini ketakutan negaranya bakal dicaplok Amerika Serikat (AS) dan jadi negara bagian AS ke-51 setelah militer AS menyerbu Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro disusul ambisi Presiden Donald Trump merebut Greenland dari tangan Denmark.

Hal itu telah mengguncang Kanada, memaksa warga menanggapi dengan serius ancaman tersebut terhadap kedaulatan Kanada.

Pernyataan Pemerintahan Trump bahwa "Ini adalah belahan bumi kita" membuat komentar Trump sebelumnya tentang aneksasi Kanada tampak semakin tidak seperti sekadar penghinaan yang pernah dia tujukan kepada mantan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, atau taktik negosiasi dalam perang dagangnya dengan pemimpin Kanada saat ini, Mark Carney.

Tahun lalu, AS Donald Trump melontarkan ambisinya memperluas wilayah AS termasuk Greenland, tetapi juga Kanada, sebagai 'negara bagian ke-51'. 

Gabriella Gricius, peneliti di Universitas Konstanz di Jerman, dan Mathieu Landriault menilai menguatnya ambisi pemerintahan Trump mengambil alih Greenland membawa implikasi politik yang jelas bagi kebijakan keamanan Kanada.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jika AS berhasil menekan atau mencaplok Greenland berdasarkan 'keamanan nasional,' mungkin akan ada kekhawatiran di Kanada bahwa pembenaran serupa dapat digunakan terhadap Kanada," kata Gabriella Gricius.

Situasi dengan Greenland, di satu sisi, memiliki dampak politik yang jelas terhadap kebijakan keamanan Kanada tetapi konsekuensi operasionalnya lebih sedikit.

Baca juga: Jerman dan Inggris Ajak NATO Tempatkan Pasukan Gabungan di Greenland

"Yang ditunjukkan kepada para pembuat kebijakan Kanada adalah bahwa mereka harus lebih waspada terhadap tetangga selatan mereka dan lebih siaga terhadap perilaku yang tidak dapat diprediksi serupa, seperti operasi pengaruh dalam politik domestik Kanada, sebagai cara untuk mendapatkan pengaruh dalam pembicaraan perdagangan AS-Kanada," jelas Gricius.

Namun, ia tidak percaya bahwa kerja sama operasional Amerika dan Kanada melalui Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) akan berubah secara drastis karena perkembangan terbaru ini.

"Meskipun demikian, tindakan militer sepihak apa pun dari pemerintahan Trump akan sangat mengganggu keamanan Kanada karena akan mengancam aliansi yang erat (Denmark) dan hubungan Kanada-AS."

Gricius menambahkan, pembenaran AS untuk membeli Greenland didasarkan pada anggapan bahwa kapal-kapal Rusia dan Tiongkok di sekitar Greenland merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS.

Baca juga: Jerman dan Inggris Ajak NATO Tempatkan Pasukan Gabungan di Greenland

Ia menggarisbawahi bahwa pernyataan-pernyataan ini tidak akurat, tetapi logika serupa dapat digunakan untuk tuntutan AS agar dapat berpatroli di Arktik Kanada, baik melalui darat maupun melalui Jalur Barat Laut.

"Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang apa yang menurut Kanada harus dilakukan untuk memastikan bahwa AS tidak merasa perlu untuk berpatroli di Arktik Kanada sendiri."

Apakah kehadiran Kanada di Arktik saat ini sudah cukup?

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas