Demo Memanas, Iran Peringatkan AS-Israel Tak Ikut Campur dengan Opsi Militer
Demo anti-pemerintah memanas di Iran. Ketua Parlemen Iran memperingatkan AS-Israel tak ikut campur dengan opsi militer atau serangan ke negaranya.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
"Kami mengawasinya dengan sangat serius, militer mengawasinya, dan kami sedang mempertimbangkan beberapa opsi yang sangat kuat. Kami akan membuat keputusan," tambahnya.
Trump menegaskan AS memiliki pilihan yang sangat kuat terkait Iran.
"Kami akan menanggapi dengan tegas setiap tindakan, dan kami akan menyerang Iran dengan cara yang belum pernah mereka lihat sebelumnya jika mereka menggunakan kekerasan terhadap para demonstran," ujarnya.
Dia mengatakan saat ini mereka sedang berupaya menyediakan akses internet bagi warga Iran, dan dia telah membahas hal ini dengan Elon Musk.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Trump telah diberi pengarahan tentang berbagai opsi untuk melancarkan serangan militer di Iran.
Namun, anggota parlemen dari kedua partai, Republik dan Demokrat, mempertanyakan apakah opsi militer adalah pendekatan terbaik, pada saat Israel berada dalam keadaan siaga tinggi untuk mengantisipasi kemungkinan intervensi AS di Iran.
Pejabat itu mengatakan Presiden Trump telah diberi pengarahan tentang berbagai opsi untuk melancarkan serangan militer di Iran, termasuk situs sipil, dan sedang mempertimbangkan dengan serius untuk mengizinkan serangan militer terhadap Iran.
Dalam konteks ini, Wall Street Journal mengutip pernyataan para pejabat yang mengatakan bahwa Trump akan menerima pengarahan Selasa depan mengenai pilihan spesifik untuk menanggapi protes di Iran.
Pertemuan tersebut akan melibatkan pejabat senior pemerintahan untuk membahas langkah selanjutnya, yang mungkin termasuk memperkuat sumber-sumber anti-pemerintah secara daring, melancarkan serangan siber rahasia terhadap situs militer dan sipil Iran, memberlakukan sanksi lebih lanjut terhadap rezim, dan melancarkan serangan militer.
Laporan Wall Street Journal mencatat bahwa Trump diperkirakan tidak akan membuat keputusan akhir tentang Iran selama pertemuan tersebut, terutama karena pembahasan masih dalam tahap awal, dan beberapa pejabat telah menyatakan kekhawatiran bahwa intervensi dapat membantu propaganda rezim Iran.
Menjelang pertemuan Trump, memo telah dikirim ke lembaga-lembaga pemerintah untuk memberikan pandangan mereka tentang tanggapan spesifik, termasuk potensi target militer dan opsi ekonomi, serta membahas opsi pengiriman stasiun layanan Starlink ke Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump telah membuka kemungkinan negaranya untuk campur tangan di Iran, setelah Garda Revolusi Iran menyalahkan AS dan Israel atas protes anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Israel Kirim Agen Mata-mata ke Iran
Sekutu dekat AS, Israel juga mendukung para demonstran dalam protes anti-pemerintah di Iran.
Badan intelijen Israel, Mossad, mengeluarkan seruan langsung yang mendesak warga Iran untuk melanjutkan protes, dengan mengatakan bahwa mereka mendukung aksi tersebut "di lapangan" seiring demonstrasi menyebar di ibu kota Teheran dan kota-kota Iran lainnya.
“Turunlah ke jalan bersama-sama. Waktunya telah tiba. Kami bersama kalian,” tulis Mossad dalam sebuah unggahan di akun X pada Rabu (31/12/2025).
Baca tanpa iklan