Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Fenomena 'Keluarga Sewaan' di Jepang Bagi Mereka yang Tak Punya Keluarga

Menyewa orang lain untuk berperan sebagai anggota keluarga, pasangan, teman, atau pendamping bukan hal baru di Jepang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Fenomena 'Keluarga Sewaan' di Jepang Bagi Mereka yang Tak Punya Keluarga
Jaison Lin /Unsplash
Ilustrasi suasana malam di Shinjuku, Tokyo, Jepang. Lagi tren di Jepang menyewa keluarga palsu. 

Ringkasan Berita:
  • Di Jepang saat ini lagi tren fenomena menyewa orang lain untuk berperan sebagai anggota keluarga, pasangan, teman, atau pendamping bukan hal baru di Jepang.
  • Film terbaru Rental Family, yang dibintangi Brendan Fraser dan disutradarai oleh Hikari, telah menyoroti fenomena ini
  • Jepang dikenal sebagai 'negara kesepian' karena warganya sibuk bekerja dan angka kelahiran turun karena warga memilih banyak tidak menikah

TRIBUNNEWS.COM, JEPANG - Film terbaru Rental Family, yang dibintangi Brendan Fraser dan disutradarai oleh Hikari, telah menyoroti sebuah fenomena sosial dalam budaya Jepang kontemporer.

Menyewa orang lain untuk berperan sebagai anggota keluarga, pasangan, teman, atau pendamping bukan hal baru di Jepang.

Dengan tujuan agar  klien dianggap tidak kesepian, memiliki keluarga, dan senantiasa menjaga  eksistensi penampilan.

Mengapa Ini Penting?

Kesepian telah menjadi masalah yang meluas di Jepang, memengaruhi semua usia.

Banyak warga Jepang yang merasa terisolasi secara sosial karena sibuk dengan pekerjaan, tekanan budaya, atau menyusutnya jaringan sosial.

Layanan keluarga sewaan menawarkan pendampingan sementara.

Rekomendasi Untuk Anda

Beberapa orang lain disewa sebagai orang tua, saudara atau teman hanya sekadar menunjukkan bahwa dia tidak sendiri.

Ini sekaligus  validasi sosial bagi mereka yang kekurangan koneksi pribadi yang dapat diandalkan atau yang tidak punya keluarga.

Pernikahan turun di Jepang

Tren demografis memperparah masalah ini. 

Angka pernikahan di Jepang terus menurun.

Sebuah rumah tangga yang hanya terdiri dari satu orang mencakup lebih dari 34 persen dari seluruh rumah tangga.

 Tren ini bertepatan dengan perubahan lanskap demografis Jepang yang banyak dihuni warga berusia tua "super-tua".

Dimana penduduk Jepang saat ini 30 persen penduduknya berusia 65 tahun atau lebih .

Bagaimana lahirnya keluarga sewaan?

Layanan keluarga sewaan muncul sebagai kekuatan budaya pada tahun 1990-an, awalnya menawarkan pengganti kerabat untuk pernikahan dan pemakaman.

Saat ini, industri ini mencakup ratusan perusahaan di seluruh negeri, menawarkan peran mulai dari pasangan, saudara kandung, hingga rekan bisnis.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas