Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Eks Bos Intelijen Israel Akui Rezim Iran Tetap Kuat dan Solid: Berdaya Tahan

Eks Bos Intelijen Israel Amos Yadlin mengakui bahwa rezim Iran tetap solid dan berdaya tahan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti
zoom-in Eks Bos Intelijen Israel Akui Rezim Iran Tetap Kuat dan Solid: Berdaya Tahan
shafaq/tangkap layar
IRGC IRAN - (Ilustrasi) Kolompok pasukan perempuan yang menjadi personel Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Eks Bos Intelijen Israel Amos Yadlin mengakui bahwa rezim Iran tetap solid dan berdaya tahan. 

Dalam perkembangan terkait, Organisasi Intelijen Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan operasi pre-emptive terhadap apa yang disebut sebagai “jaringan tempur musuh.”

Operasi tersebut menargetkan aktivitas lapangan serta jaringan pendukung keuangan dan persenjataan, yang disebut menghasilkan capaian signifikan.

IRGC mengklaim telah menangkap seorang penghubung utama antara “organisasi Shahanshahi” dan Israel di wilayah selatan Iran.

Selain itu, sebanyak 31 orang yang dituduh bekerja sama dengan Mossad ditangkap, serta jaringan operasional di sembilan provinsi berhasil dibongkar.

Dinas intelijen IRGC juga mengungkap telah menerima sekitar 400.000 laporan dari masyarakat, yang berkontribusi pada penangkapan para terduga penyabot dalam demo Iran.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, sebelumnya menyatakan bahwa banyak serangan baru-baru ini merupakan tindakan sabotase dan upaya subversi yang direncanakan secara matang.

Di sisi lain, Iran menegaskan kembali persatuan nasional di tengah situasi tersebut.

Korban Tewas Kerusuhan Dimakamkan

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu pada Rabu (14/1/2026), prosesi pemakaman digelar di Teheran untuk sekitar 300 warga yang tewas selama kerusuhan, termasuk personel keamanan dan warga sipil, mengutip Al Mayadeen.

Prosesi berlangsung dari Universitas Teheran menuju Persimpangan Valiasr dan dihadiri oleh delegasi resmi serta masyarakat luas.

Dilaporkan bahwa para peserta membawa bendera Iran dan meneriakkan slogan yang mengecam para perusuh.

Menampilkan apa yang disebut sebagai simbol kohesi nasional dan solidaritas terhadap Republik Islam Iran.

Selain itu, pada 12 Januari 2026, jutaan warga Iran dilaporkan menggelar aksi protes besar-besaran di berbagai wilayah dengan mengusung tema “Solidaritas Nasional dan Menghormati Perdamaian dan Persahabatan.” 

Aksi tersebut mengecam kerusuhan bersenjata dan menegaskan dukungan terhadap stabilitas negara.

Para demonstran juga menyuarakan penolakan terhadap campur tangan AS dan Israel dalam urusan domestik Iran.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas