5 Populer Internasional: Seruan Pemakzulan Trump Menguat - Proyek Ambisius China
Rangkuman berita populer internasional, di antaranya Trump memicu kecaman internasional karena ambisi menguasai Greenland dan ancaman terhadap Eropa.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Trump memicu kecaman internasional karena ambisi menguasai Greenland dan ancaman terhadap Eropa.
- Iran memperingatkan serangan Amerika akan dianggap sebagai perang habis-habisan.
- China merencanakan proyek kapal induk terbang raksasa seberat 120.000 ton.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah peristiwa mewarnai dunia internasional dalam 24 jam terakhir.
Ambisi Trump menguasai Greenland, disertai ancaman militer dan tarif terhadap Eropa, memicu kecaman dan menguatkan seruan pemakzulan di dalam negeri AS.
Sementara itu, China dikabarkan akan membangun sebuah pesawat raksasa, sebuah kapal induk terbang seberat 120.000 ton.
Berikut berita selengkapnya.
1. Seruan Pemakzulan Trump Menguat, Amandemen Ke-25 Jadi Senjata Terakhir, Ini Prosesnya
Upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menguasai Greenland memicu gelombang kontroversi politik serius di Washington dan kalangan sekutu Barat.
Pernyataan Trump dinilai mengancam, ditambah penolakannya untuk menyingkirkan opsi penggunaan kekuatan militer terhadap wilayah Kerajaan Denmark.
Ketegangan meningkat setelah Trump, saat ditanya seberapa jauh ia akan bertindak demi mendapatkan Greenland, menjawab singkat, tetapi bernada intimidatif, “Anda akan mengetahuinya.”
Pernyataan itu muncul di tengah laporan bahwa Gedung Putih tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer, serta ancaman pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa jika Denmark menolak menjual Greenland ke AS.
Sikap tersebut sontak memicu kemarahan internasional dan kritik tajam, membuka kembali perdebatan lama: Apakah seorang Presiden AS bisa dicopot dari jabatannya tanpa melalui proses pemakzulan (impeachment).
Bahkan, anggota DPR Don Bacon dari Nebraska secara terbuka menyatakan bahwa dirinya cenderung mendukung pemakzulan jika AS benar-benar menyerang wilayah sekutu.
2. Perang Habis-habisan, Iran Dapat Suplai Propelan dari China Buat Rudal Hadapi Serangan Amerika
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, semakin menampakkan niatnya untuk menyerang Iran, baik dengan dalil atau tanpa alasan.
Pada Kamis (22/1/2026), Trump kembali mengancam Iran dengan mengatakan kalau "kekuatan besar" tengah menuju ke kawasan Teluk, merujuk pada armada kapal induk berikut unit-unit serang pendukungnya.
Trump mengatakan kalau Washington mengawasi Iran secara cermat meski Teheran telah menangguhkan eksekusi yang direncanakan terhadap para demonstran di tengah tindakan keras pemerintahnya.
Awalnya, Trump mengancam Iran karena alasan itu, saat para demonstrans anti-rezim Iran saat ini, ditindak secara represif, mengakibatkan setidaknya lima ribu jiwa, termasuk aparat keamanan, kehilangan nyawa dalam kerusuhan yang berlangsung lebih dari sepekan tersebut.
Baca tanpa iklan