Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

7 Skenario Jika Amerika Serang Iran, Teheran Bisa Runtuh atau Membalas

Trump mengancam Iran dengan armada besar dan menuntut kesepakatan nuklir segera, ini 7 skenario yang bisa terjadi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama

Iran siap berdialog berdasarkan rasa saling menghormati dan kepentingan bersama — TETAPI JIKA DIPROVOKASI, MEREKA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPON DENGAN CARA YANG BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!"

IRAN VS AMERIKA - Tangkapan layar postingan Twitter Perwakilan Iran di PBB, Rabu (28/1/2026).
IRAN VS AMERIKA - Tangkapan layar postingan Twitter Perwakilan Iran di PBB, Rabu (28/1/2026). (tangkapan layar)

Namun, apa yang akan terjadi jika Amerika Serikat benar-benar melancarkan serangan terhadap Iran?

Berikut tujuh skenario seperti dilansir BBC.com.

1. Serangan terarah dan presisi, korban sipil minimal, transisi menuju demokrasi

Pasukan udara dan angkatan laut AS melakukan serangan terbatas dan presisi yang menargetkan pangkalan militer Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan unit Basij (pasukan paramiliter di bawah kendali IRGC), lokasi peluncuran dan penyimpanan rudal balistik, serta program nuklir Iran.

Rezim yang telah melemah digulingkan dan pada akhirnya bertransisi menuju demokrasi sejati, sehingga Iran dapat bergabung kembali dengan dunia.

2. Rezim bertahan tetapi memodifikasi kebijakannya

Skenario ini secara luas dapat disebut sebagai "model Venezuela", di mana tindakan AS yang cepat dan kuat membuat rezim tetap utuh, tetapi dengan kebijakan yang dimodifikasi.

Dalam kasus Iran, ini berarti Republik Islam tetap bertahan tetapi dipaksa untuk mengurangi dukungannya terhadap milisi bersenjata di seluruh Timur Tengah, menghentikan atau mengurangi program nuklir dan rudal balistik domestiknya, serta melonggarkan penindasan terhadap protes.

3. Rezim runtuh, digantikan oleh pemerintahan militer

Rekomendasi Untuk Anda

Banyak pihak menilai ini sebagai hasil yang paling mungkin terjadi.

Meskipun rezim tersebut jelas tidak populer di kalangan banyak orang dan setiap gelombang protes selama bertahun-tahun semakin melemahkannya, tetap ada kekuatan keamanan yang besar dan luas dengan kepentingan pribadi dalam mempertahankan status quo.

Alasan utama mengapa protes sejauh ini gagal menggulingkan rezim adalah karena tidak adanya pembelotan signifikan, sementara mereka yang berkuasa siap menggunakan kekuatan dan kebrutalan tanpa batas demi mempertahankan kekuasaan.

4. Iran membalas dengan menyerang pasukan AS dan negara-negara tetangganya

Iran telah bersumpah akan membalas setiap serangan AS.

Meski Iran tidak sebanding dengan kekuatan Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS, mereka masih mampu menyerang dengan persenjataan rudal balistik dan drone, yang banyak disembunyikan di gua-gua, bawah tanah, atau di lereng gunung terpencil.

Terdapat pangkalan dan fasilitas AS yang tersebar di sepanjang sisi Arab Teluk, terutama di Bahrain dan Qatar.

Iran juga bisa saja menargetkan infrastruktur penting negara mana pun yang dianggap terlibat dalam serangan AS, seperti Yordania.

Serangan rudal dan drone yang menghancurkan fasilitas petrokimia Saudi Aramco pada 2019, yang dikaitkan dengan milisi yang didukung Iran di Irak, menunjukkan betapa rentannya Arab Saudi terhadap serangan rudal Iran.

5. Iran membalas dengan memasang ranjau di Teluk

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas