Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Kirim Sinyal Perang, 19 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Masuk Daftar Target Serangan

Iran kirim sinyal perang terbuka. Sebanyak 19 pangkalan militer AS di Timur Tengah disebut masuk radar serangan jika konflik benar-benar meletus.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Iran Kirim Sinyal Perang, 19 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Masuk Daftar Target Serangan
Citra satelit/X/Intel_Slava
PANGKALAN MILITER AS. Citra satelit tertanggal 9 Juni 2025 memperlihatkan kondisi di mana berbagai jenis pesawat militer masih terparkir di tiga area utama: area jet tempur, tanker, dan fasilitas pendukung lainnya. Iran kirim sinyal perang terbuka. Sebanyak 19 pangkalan militer AS di Timur Tengah disebut masuk radar serangan jika konflik benar-benar meletus. 

Ringkasan Berita:
  • Iran menyatakan bahwa jika konflik dengan Amerika Serikat meletus, seluruh pangkalan militer AS di kawasan Teluk dan sekitarnya berada dalam jangkauan serangan Tehran.
  • Selain pangkalan udara dan fasilitas militer, Iran juga menyebut bahwa pusat militer dan jalur pelayaran strategis akan dianggap sebagai “target sah” dalam skenario perang, 
  • Penguatan militer AS di kawasan, termasuk pengerahan kelompok kapal induk membuat ancaman balasan Iran menjadi perhatian serius komunitas internasional.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran kembali memanas dalam beberapa hari terakhir.

Otoritas Iran secara terbuka mengirimkan sinyal bahwa mereka siap membela negara dengan kekuatan penuh, menyusul ancaman berulang Washington tentang kemungkinan serangan militer di tengah mandeknya jalur diplomasi.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa fokus utama saat ini bukanlah kembali ke meja perundingan dengan AS, melainkan memastikan kesiapan penuh menghadapi segala kemungkinan agresi.

“Prioritas Teheran saat ini bukan bernegosiasi dengan AS, tetapi memiliki kesiapan 200 persen untuk membela negara kami,” ujar Kazem Gharibabadi, anggota senior tim negosiasi Iran, seperti dikutip Al Jazeera.

Pernyataan diungkap bukan tanpa alasan, pasalnya selama beberapa hari terakhir Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman serangan militer jika Teheran menolak menyepakati perjanjian baru tentang program nuklirnya.

Meski serangan belum terjadi, Gharibabadi menegaskan bahwa pengalaman masa lalu membuat Teheran tidak bisa mengabaikan ancaman militer.

Rekomendasi Untuk Anda

Iran, menurutnya, pernah diserang lebih dulu oleh Israel dan kemudian Amerika Serikat pada Juni tahun lalu, tepat ketika pembicaraan diplomatik hampir dimulai.

Seiring meningkatnya ketegangan, Iran juga secara terbuka menonjolkan kekuatan militernya.

Sejumlah latihan militer digelar dalam beberapa pekan terakhir, menyusul perang singkat selama 12 hari pada Juni lalu yang menewaskan beberapa pejabat militer senior Iran dan merusak sejumlah fasilitas strategis, termasuk fasilitas nuklir.

Tak berhenti pada kesiapan defensif, Teheran juga melontarkan ancaman langsung.

Baca juga: 10 Negara dengan Militer Terkuat di Asia 2026: Indonesia Lampaui Iran dan Israel 

Iran memperingatkan akan menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh Timur Tengah jika Washington nekat melancarkan invasi.

Menurut Iran, konflik semacam itu akan dipandang sebagai perang habis-habisan demi mempertahankan kedaulatan negara.

Ancaman ini menyoroti jaringan militer AS yang luas di kawasan. Para analis menilai keberadaan pangkalan-pangkalan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang dapat memperluas konflik jika perang benar-benar pecah.

Daftar 19 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Mengutip sejumlah sumber, berikut lokasi, fungsi, dan alasan strategis mengapa pangkalan-pangkalan AS yang dinilai berpotensi menjadi target jika konflik pecah.

1. Al Udeid Air Base – Qatar

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas