Iran Kirim Sinyal Perang, 19 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Masuk Daftar Target Serangan
Iran kirim sinyal perang terbuka. Sebanyak 19 pangkalan militer AS di Timur Tengah disebut masuk radar serangan jika konflik benar-benar meletus.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Febri Prasetyo
Pangkalan ini terletak di barat daya Doha dan merupakan markas terbesar militer AS di Timur Tengah.
Al Udeid menjadi pusat U.S. Central Command (CENTCOM) yang mengendalikan operasi militer AS di kawasan. Ribuan personel dan armada udara strategis ditempatkan di sini, menjadikannya target bernilai tinggi jika perang meletus.
2. Naval Support Activity (NSA) Bahrain – Bahrain
Berada di Manama, pangkalan ini adalah markas Armada Kelima Angkatan Laut AS.
NSA Bahrain berfungsi mengawasi Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Laut Arab—jalur vital perdagangan minyak dunia. Serangan ke fasilitas ini berpotensi mengganggu stabilitas maritim global.
3. Camp Arifjan – Kuwait
Camp Arifjan adalah pusat logistik darat utama AS di kawasan. Pangkalan ini mendukung pergerakan pasukan, kendaraan tempur, dan suplai militer menuju Irak dan wilayah konflik lain.
Lokasinya yang relatif dekat dengan Iran membuatnya masuk dalam jangkauan ancaman rudal.
4. Ali Al Salem Air Base – Kuwait
Pangkalan udara ini mendukung operasi transportasi militer, pengintaian, dan logistik udara. Ali Al Salem sering menjadi titik transit pesawat angkut dan drone AS, sehingga berperan penting dalam rantai operasi militer regional.
5. Camp Buehring – Kuwait
Camp Buehring berfungsi sebagai basis persiapan dan transit pasukan AS sebelum dikerahkan ke Irak atau Suriah. Dalam skenario konflik besar, pangkalan ini menjadi salah satu simpul penting pergerakan pasukan darat AS.
6. Al Dhafra Air Base – Uni Emirat Arab
Terletak dekat Abu Dhabi, Al Dhafra adalah pangkalan udara strategis untuk operasi pengintaian, pertahanan udara, dan jet tempur.
Fasilitas ini sering digunakan untuk misi intelijen udara di kawasan Teluk dan Iran.
Baca tanpa iklan