Presiden Kolombia Lolos dari Penembakan Setelah Bertemu Donald Trump
Presiden Kolombia Gustavo Petro selamat dari upaya pembunuhan pada Senin (9/2/2026) malam saat bepergian dengan helikopter .
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengadakan pertemuan hampir dua jam pekan lalu dengan Presiden Kolombia Gustavo Petro
- Kemarin, Petro selamat dari upaya pembunuhan saat bepergian dengan helikopter
- Helikopternya tidak dapat mendarat di tujuan yang direncanakan di pantai Karibia setelah munculnya informasi pesawatnya akan ditembaki.
- Belum diketahui siapa terduga pelaku namun diduga terkait jaringan perdagangan narkoba dan kelompok bersenjata lainnya.
TRIBUNNEWS.COM, KOLOMBIA - Presiden Kolombia Gustavo Petro selamat dari upaya pembunuhan pada Senin (9/2/2026) malam saat bepergian dengan helikopter .
Petro mengatakan helikopternya tidak dapat mendarat di tujuan yang direncanakan di pantai Karibia setelah munculnya informasi pesawatnya akan ditembaki.
"Akibatnya helikopter tersebut terbang ke laut lepas selama sekitar empat jam sebelum mencapai tempat aman," katanya dikutip dari Newsweek, Rabu (11/2/2026).
Presiden tidak menyebutkan nama tersangka atau kelompok mana pun di balik dugaan percobaan tersebut.
Para pejabat Kolombia belum secara terbuka mengidentifikasi individu-individu yang terkait dengan insiden tersebut.
Petro mengatakan berbulan-bulan telah ada peringatan tentang rencana pembunuhannya diduga jaringan perdagangan narkoba dan kelompok bersenjata lainnya.
Meskipun bukti spesifik yang mengaitkan kelompok mana pun belum diungkapkan.
Pengedar Narkoba dan Kelompok Bersenjata Disebut sebagai Ancaman
Petro telah berulang kali mengaitkan ancaman terhadap nyawanya dengan organisasi kriminal, termasuk pengedar narkoba dan kelompok bersenjata pembangkang, di tengah tantangan keamanan internal Kolombia yang sedang berlangsung.
Sumber keamanan pemerintah sebelumnya melaporkan bahwa faksi bersenjata ilegal seperti pembangkang gerilya FARC, Tentara Pembebasan Nasional (ELN), dan paramiliter Klan Teluk telah terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap presiden.
Kelompok-kelompok ini, yang menolak perjanjian damai dan tetap aktif di wilayah penghasil koka, telah disalahkan atas kekerasan di seluruh negeri.
Meskipun peristiwa itu terjadi di lepas pantai, ancaman yang diduga terjadi di masa lalu termasuk laporan tentang senjata anti-tank di dekat istana presiden dan rencana untuk menargetkan pesawat Petro dengan rudal permukaan-ke-udara.
Tuduhan yang telah menimbulkan kontroversi domestik dan skeptisisme dari para kritikus karena terbatasnya bukti publik.
Konteks Politik dan Kekerasan yang Berlanjut
Insiden ini terjadi di tengah lanskap politik yang tegang di Kolombia, di mana ancaman kekerasan terhadap tokoh publik dan kekerasan politik secara berkala meletus.
Pada Juni 2025, senator dan calon presiden Miguel Uribe Turbay ditembak mati selama acara kampanye.
Baca tanpa iklan