Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kekuatan Batik dan Sarung: Identitas Pengenal Sesama WNI di Luar Negeri

Batik dan sarung menjadi penanda kuat identitas WNI di luar negeri, bahkan dikenakan Megawati Soekarnoputri dalam berbagai agenda internasional.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

"Oh boleh - boleh mas," jawab saya.

Batik dan sarung seakan menjadi tanda tak tertulis yang langsung menghubungkan satu sama lain sesama WNI, menciptakan rasa 'satu kampung' saat berada di negeri orang.

Pengalaman-pengalaman tersebut menunjukkan bahwa busana ini bukan sekadar pilihan berpakaian, melainkan identitas yang hidup dan berfungsi. 

Saya merasakan kekuatan batik dan sarung sebagai simbol bangsa Indonesia justru terasa paling kuat ketika dibawa ke luar negeri. 

Di sana, busana ini bekerja sebagai pengenal dan penegas jati diri, membuktikan identitas budaya Indonesia tetap melekat dan mudah dikenali di negara mana pun kita berpijak.

Baca juga: Instruksi Megawati, PDIP Beri Penghargaan untuk Relawan Kesehatan yang Bertugas di Sumatera

Dalam kesempatan tersebut, saya bersama sejumlah jurnalis nasional ikut meliput kegiatan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri selama di UEA dan Arab Saudi

Dalam setiap kegiatan, Megawati nyaris selalu mengenakan pakaian batik. Seperti ketika menghadiri pertemuan meja bundar yang digelar Zayed Award For Human Fraternity (ZAHF), saat mendapat penganugerahan Doktor Honoris Causa atau gelar doktor kehormatan dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University, hingga ketika bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas