Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kebijakan Hidup Berdampingan yang Tertib Dipertanyakan Profesor Jepang

Akademisi kritik kebijakan asing Jepang yang dinilai tanpa visi integrasi, pekerja tetap diposisikan sebagai penduduk sementara

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kebijakan Hidup Berdampingan yang Tertib Dipertanyakan Profesor Jepang
Tribunnews.com/Universitas Tokyo
KEBIJAKAN ORANG ASING - Profesor Universitas Tokyo, Kikuko Nagayoshi mengkritik kebijakan baru pemerintah Jepang terkait orang asing yang menekankan prinsip “hidup berdampingan yang tertib” karena kebijakan dinilai tidak memiliki visi jangka panjang mengenai penerimaan orang asing, serta cenderung menyatukan wisatawan, investor, dan penduduk asing dalam satu kategori yang sama, meskipun peran dan hubungan mereka dengan masyarakat Jepang sangat berbeda 

Fenomena ini telah menjadi penyebab perpecahan sosial di berbagai negara penerima migran.

Apa arti “hidup berdampingan yang tertib” sebenarnya?

Para peneliti menyebut sistem Jepang sebagai “kelanjutan tinggal sementara”. Jepang memperluas penerimaan orang asing, tetapi tidak menyiapkan kerangka integrasi permanen.

Jika Jepang memang membutuhkan penduduk asing dalam jangka panjang, pemerintah perlu secara terbuka mengakui hal tersebut, menjelaskan kepada masyarakat, dan membangun sistem sosial yang sesuai.

Pertanyaan mendasar kini muncul: bagaimana Jepang memandang masa depan masyarakatnya sendiri, dan peran orang asing di dalamnya.

Diskusi  loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas