Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tunggu Perintah Trump, Unit Drone Kamikaze Pertama Pentagon Siap untuk Serangan ke Iran

Unit drone kamikaze pertama Pentagon siap berpartisipasi jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk melancarkan serangan ke Iran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
zoom-in Tunggu Perintah Trump, Unit Drone Kamikaze Pertama Pentagon Siap untuk Serangan ke Iran
media militer milisi perlawanan Irak
ILUSTRASI DRONE KAMIKAZE - Drone kamikaze yang diluncurkan milisi perlawanan Irak ke pangkalan udara Israel di Kota Eilat, Senin (6/5/2024) fajar. Unit drone kamikaze pertama Pentagon siap berpartisipasi jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Unit drone kamikaze pertama Pentagon siap berpartisipasi jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
  • Juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, mengungkapkan unit ini sekarang siap beroperasi.
  • CENTCOM memperkirakan drone Sistem Serangan Tempur Tak Berawak Berbiaya Rendah (LUCAS) berharga sekitar $35.000 per unit.

 

TRIBUNNEWS.COM - Para pejabat dan analis Amerika Serikat (AS) mengatakan unit drone kamikaze pertama Pentagon siap berpartisipasi jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Unit drone tersebut dikenal sebagai Satuan Tugas Scorpion dan merupakan pengembangan dari unit drone eksperimental militer AS.

Juru bicara Komando Pusat AS, Kapten Tim Hawkins, mengungkapkan unit ini sekarang siap beroperasi.

“Kami membentuk skuadron ini tahun lalu untuk dengan cepat melengkapi prajurit kami dengan kemampuan drone tempur baru yang terus berkembang,” katanya, Kamis (26/2/2026), dilansir Al Arabiya.

Unit drone serang satu arah ini sekarang menjadi bagian dari pengerahan militer AS terbesar di kawasan tersebut sejak invasi Irak tahun 2003, yang diperintahkan oleh Trump untuk menekan Iran agar bernegosiasi tentang program nuklirnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu drone milik unit tersebut berhasil diuji coba peluncurannya di Teluk pada pertengahan Desember, dari dek penerbangan USS Santa Barbara, salah satu kapal tempur pesisir di wilayah tersebut saat ini sebagai bagian dari armada AS.

"Pengerahan unit ini menandai pergeseran dari ketergantungan militer AS pada platform bernilai jutaan dolar seperti MQ-9 Reaper, yang semakin sulit dibenarkan dalam konflik berbasis kawanan dengan tingkat kerugian tinggi," kata analis pertahanan Forecast International, Anna Miskelley.

CENTCOM memperkirakan drone Sistem Serangan Tempur Tak Berawak Berbiaya Rendah (LUCAS) berharga sekitar $35.000 per unit.

Drone LUCAS yang ringan ini diproduksi oleh SpektreWorks yang berbasis di Arizona dan dapat diluncurkan untuk serangan satu arah, misi pengintaian, dan serangan maritim, di antara tugas-tugas lainnya.

Drone ini memiliki "jangkauan yang luas dan dirancang untuk beroperasi secara otonom," menurut pernyataan CENTCOM yang terpisah.

Meskipun unit drone hanyalah bagian kecil dari pengerahan yang lebih luas, keterlibatannya dalam aksi militer mendatang akan menjadi yang pertama bagi unit yang baru dibentuk ini.

Baca juga: Membaca Makna Khusus Amerika Mengerahkan Satu Skuadron Penuh Jet F-22 Hadapi Iran

Hal ini juga dapat memvalidasi mandat Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mempercepat penggunaan kendaraan udara tak berawak oleh militer AS.

Pada saat yang sama, fakta bahwa drone serang satu arah unit tersebut merupakan hasil rekayasa balik dari Shahed-136 Iran menunjukkan bahwa AS masih berusaha mengejar ketertinggalan setelah bertahun-tahun Rusia dan Iran menggunakan drone kamikaze untuk menyerang target, termasuk di Ukraina.

Dengan muatan seberat 40 pon, drone LUCAS tidak dapat digunakan untuk melawan target-target Iran yang diperkuat.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas