Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Serangan Israel di Lebanon Picu Eksodus Besar, Lebih dari 500 Ribu Warga Terpaksa Mengungsi

Lebih dari 500 ribu warga Lebanon mengungsi setelah serangan Israel meningkat dan konflik dengan Hizbullah kembali pecah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Lebih dari 500.000 warga Lebanon mengungsi akibat eskalasi serangan Israel dalam konflik dengan Hizbullah.
  • Pemerintah Lebanon mencatat sedikitnya 517.000 orang mendaftar sebagai pengungsi sejak pertempuran kembali pecah pekan lalu.
  • Serangan udara dan bentrokan di perbatasan meningkatkan kekhawatiran krisis kemanusiaan yang lebih besar di negara tersebut.

TRIBUNNEWS.COM -  Lebih dari setengah juta warga Lebanon dilaporkan mengungsi setelah konflik antara Israel dan Hizbullah kembali pecah, menurut laporan media internasional.

Menteri Urusan Sosial Lebanon, Haneen Sayed, mengatakan sebanyak 517.000 orang telah terdaftar sebagai pengungsi sejak pertempuran kembali terjadi pada awal pekan lalu.

Dari jumlah tersebut, sekitar 117.228 orang tinggal di tempat penampungan yang disediakan pemerintah.

Dilansir dari Al Jazeera, eskalasi konflik ini terjadi setelah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu ketegangan di kawasan.

Israel kemudian memperluas operasi militernya di Lebanon dan untuk pertama kalinya menyerang jantung Ibu Kota Beirut.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan sedikitnya 394 orang tewas dalam sepekan terakhir, termasuk 83 anak-anak, 42 perempuan, dan sembilan petugas penyelamat.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada Minggu (8/3/2026) pagi, sebuah drone Israel dilaporkan menyerang kamar hotel di kawasan Raouche, Beirut.

Serangan itu menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 10 lainnya, menurut pejabat kesehatan Lebanon.

Militer Israel mengklaim serangan tersebut menewaskan lima komandan senior Pasukan Quds Iran yang disebut sedang merencanakan serangan terhadap Israel.

Sementara itu, militer Israel juga mengumumkan dua tentaranya tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan.

Militer menyebut salah satu korban adalah Sersan Mayor Maher Khatar, 38 tahun, yang gugur dalam pertempuran di wilayah tersebut.

Baca juga: Perang terhadap Iran Usai, Israel akan Jadi Musuh Bersama?

Pertempuran kembali memanas setelah Hizbullah menembakkan roket dan drone ke wilayah Israel sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan udara gabungan AS dan Israel bulan lalu.

Israel kemudian membalas dengan serangan udara besar-besaran ke wilayah selatan dan timur Lebanon serta pinggiran selatan Beirut.

Pasukan darat Israel juga dilaporkan bergerak menuju Lebanon selatan dan menguasai beberapa bukit di dekat perbatasan.

Tank dan kendaraan lapis baja Israel terlihat berkumpul di perbatasan, memicu kekhawatiran akan invasi skala penuh ke Lebanon.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas