Perang Memanas di Banyak Front: Drone Ukraina Hantam Rusia, Serangan Balasan Makin Brutal
Serangan drone Ukraina ke Rusia dan balasan Moskow di Ukraina timur menandai eskalasi konflik yang kian meluas di berbagai front.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
Polisi Ukraina menyebut seorang anak laki-laki berusia 13 tahun termasuk korban tewas.
Serangan dilakukan menggunakan bom luncur.
Kramatorsk kembali digempur dua jam setelah serangan pertama.
Wilayah lain seperti Oleksiievo-Druzhkivka dan Sloviansk juga terdampak.
Serangan ini menambah intensitas pertempuran di garis depan timur Ukraina.
Laporan korban belum dapat diverifikasi secara independen.
Komentar CEO Rheinmetall Picu Kontroversi
Rheinmetall menuai kritik setelah pernyataan CEO-nya soal drone Ukraina.
CEO Armin Papperger menyebut produksi drone Ukraina seperti “ibu rumah tangga di dapur”.
Ia menilai teknologi tersebut tidak sebanding dengan industri pertahanan besar.
Pernyataan itu memicu reaksi keras dari pejabat Ukraina.
Penasihat Presiden Ukraina, Alexander Kamyshin, menegaskan efektivitas drone Ukraina di medan perang.
Ia juga menyoroti peran besar perempuan dalam industri pertahanan negara itu.
Tagar #MadeByHousewives viral di media sosial sebagai bentuk respons publik.
Baca juga: Eskalasi Perang Dorong Ukraina Cari Dukungan Timur Tengah dan Perkuat Sistem Pertahanan
Rheinmetall kemudian menyampaikan klarifikasi dan menyatakan menghormati rakyat Ukraina.
Perdana Menteri Yulia Svyrydenko menegaskan kontribusi warga Ukraina layak dihargai.