Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Trump Minta Negara yang Terancam Krisis Segera Rebut Selat Hormuz

Trump minta negara yang terancam krisis segera merebut Selat Hormuz yang diblokade Iran, tegaskan AS tak akan bantu mereka jika mereka tak bantu AS.

zoom-in Trump Minta Negara yang Terancam Krisis Segera Rebut Selat Hormuz
Facebook The White House
PRESIDEN AS TRUMP - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan pada 31 Maret 2026. Trump minta negara yang terancam krisis segera merebut Selat Hormuz yang diblokade Iran, tegaskan AS tak akan bantu mereka jika mereka tak bantu AS. 

Ringkasan Berita:
  • Trump mendesak negara yang terdampak krisis energi untuk mengendalikan Selat Hormuz yang diblokade Iran.
  • Trump memperingatkan negara yang tak mendukung AS melawan Iran maka tidak akan dibantu dalam hal apa pun.
  • Konflik AS-Israel dengan Iran membuat ekspor minyak Teluk turun 36,4 persen, dengan kerugian mencapai lebih dari 50 miliar dolar AS.
  • Situasi ini disebut sebagai salah satu gangguan energi terparah dalam sejarah modern.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak negara-negara yang terkena dampak penutupan Selat Hormuz agar mengambil langkah untuk mengendalikan jalur air vital tersebut.

Jalur global yang dilalui seperlima dari pengiriman minyak dan gas dunia itu ditutup oleh Iran sejak awal Maret lalu sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel di wilayahnya.

Iran menargetkan kapal-kapal terkait AS dan Israel serta pendukungnya yang berupaya melewati Selat Hormuz, mengancam tetap melakukan blokade selama AS dan Israel melanjutkan serangan di wilayahnya.

Akibat penutupan tersebut, berbagai negara terancam krisis energi.

Donald Trump menyerukan kepada negara-negara yang terkena dampak penutupan Selat Hormuz, terutama Inggris, untuk pergi ke jalur air itu dan mengambil kendali atas wilayah tersebut.

"Kepada semua negara yang tidak bisa mendapatkan bahan bakar jet karena Selat Hormuz, seperti Inggris Raya, yang menolak terlibat dalam pemenggalan kepala Iran, saya punya saran untuk kalian: Nomor 1, belilah dari AS, kami punya banyak, dan Nomor 2, kumpulkan keberanian yang tertunda, pergilah ke Selat itu, dan REBUT saja," tulis Trump dalam unggahan Truth Social, Selasa (31/3/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Presiden AS juga memperingatkan negara-negara yang menolak untuk membantu AS dalam menyerang Iran, serta menegaskan AS juga tidak akan membantu mereka.

"Kalian harus mulai belajar bagaimana berjuang sendiri, AS tidak akan ada lagi untuk membantu kalian, sama seperti kalian tidak ada untuk kami," lanjutnya.

Trump mengulangi klaimnya bahwa serangan AS dan Israel telah menghancurkan Iran, dengan menambahkan, "Iran pada dasarnya telah hancur. Bagian tersulit sudah selesai. Pergi dan dapatkan minyakmu sendiri!"

Baca juga: Landasan Ditutup, Italia Tegas Tolak Pesawat Pengebom AS Mendarat, Ogah Terseret Perang Iran

Peringatan untuk Prancis

Trump juga mengkritik Prancis dengan mengatakan dalam unggahan kedua di Truth Social.

Ia mengecam Prancis yang tidak mengizinkan Israel menggunakan wilayah udaranya untuk digunakan dalam serangan terhadap Iran.

"Negara Prancis tidak mengizinkan pesawat yang menuju Israel, yang sarat dengan perlengkapan militer, terbang di atas wilayah Prancis. Prancis SANGAT TIDAK MEMBANTU sehubungan dengan "Penjagal Iran," yang telah berhasil dilenyapkan! AS akan MENGINGATNYA!!!" tulis Trump, Selasa.

Hal ini terjadi setelah seorang pejabat Italia mengungkapkan bahwa negaranya menolak mengizinkan jet tempur Amerika mendarat di Sisilia.

Italia Melarang AS Menggunakan Pangkalan Militer di Sisilia

Surat kabar Corriere della Sera mengungkapkan bahwa tentara Italia menolak mengizinkan pesawat militer Amerika mendarat di pangkalan militer di Sisilia untuk keperluan perang melawan Iran.

Penolakan itu terjadi setelah Italia mengetahui dengan jelas bahwa tujuan pesawat AS tersebut bukanlah untuk hal yang bersifat logistik atau rutin.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas