Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Iran Ejek Menlu AS Rubio Halu setelah Mengklaim Teheran Terpecah, Sebut Mimpi yang Tidak Realistis

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengejek Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio telah halu. Sebut mimpi Amerika yang tidak realistis.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Disebut telah terjadi keretakan, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf mengejek pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio.
  • Ghalibaf menyebut pernyataan terbaru Rubio mengenai situasi internal Iran sebagai "Mimpi Amerika yang tidak realistis" dan menyesatkan.
  • Reaksi keras ini muncul setelah Rubio mengeklaim adanya potensi perubahan politik atau pergeseran sikap dari Teheran.

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan kritik pedas terhadap Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio.

Ghalibaf menyebut pernyataan terbaru Rubio mengenai situasi internal Iran sebagai "Mimpi Amerika yang tidak realistis" dan menyesatkan.

Reaksi keras ini muncul setelah Rubio mengeklaim adanya potensi perubahan politik atau pergeseran sikap dari Teheran.

Ghalibaf menegaskan bahwa Washington selama ini hanya memelihara fantasi dan gagal memahami kenyataan di lapangan mengenai kedaulatan Iran.

"Pernyataan itu hanya menunjukkan betapa AS masih hidup dalam delusi."

"Mereka terus bermimpi tentang hal yang mustahil diraih terkait kedaulatan bangsa kami," tegas Ghalibaf dalam pidatonya, Rabu (1/4/2026), mengutip WANA.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Rubio sempat mengisyaratkan adanya "keretakan" dalam struktur kekuasaan di Iran.

Namun, hal itu segera dibantah oleh Ghalibaf.

Ia memastikan bahwa kepemimpinan Iran tetap solid dan tidak akan terpengaruh oleh tekanan eksternal maupun retorika dari Washington.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat sendiri memang terus memanas dalam beberapa waktu terakhir.

Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak akan memberikan ruang bagi intervensi asing, terutama yang dibungkus dengan narasi diplomatik.

Baca juga: Trump Ngaku Sudah Nyerah dengan Kesepakatan Damai Iran, Bakal Segera Akhiri Perang

"Dunia harus tahu bahwa ketahanan Iran tidak akan goyah hanya karena klaim-klaim sepihak yang tidak berdasar," pungkasnya.

Keretakan Justru Terjadi di Aliansi AS-NATO

Setelah Ghalibaf membantah soal keretakan di tubuh pemerintahan Iran, perpecahan malah terjadi antara aliansi AS dengan NATO.

Hubungan diplomatik antara AS dan aliansi pertahanan NATO kini berada di ujung tanduk.

Rubio, melontarkan ancaman serius bahwa Washington akan meninjau ulang komitmen mereka di NATO begitu perang dengan Iran dinyatakan berakhir.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas