Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Seperti Cuci Tangan Soal Selat Hormuz: Akan Terbuka Sendiri setelah Perang Selesai

Dalam pidatonya, Presiden AS Donald Trump seperti cuci tangan soal Selat Hormuz. Trump sebut selat akan terbuka sendiri setelah perang selesai.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Presiden AS, Donald Trump dalam pidatonya seolah cuci tangan saat menyinggung Selat Hormuz yang masih dikuasai oleh Iran.
  • Trump mengeklaim bahwa Selat Hormuz akan kembali beroperasi secara otomatis atau "terbuka secara alami" begitu perang dengan Iran dinyatakan selesai.
  • Ia mengisyaratkan bahwa Teheran sudah tidak lagi memiliki taji untuk menutup jalur tersebut secara permanen.

TRIBUNENWS.COM - Pidato perdana soal perang Iran yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump membuat orang kebingungan.

Sebab, Trump mengatakan akan menyelesaikan perang Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan tanpa memperinci bagaimana hal itu akan rampung.

Bahkan, Trump seperti cuci tangan ketika membahas soal penutupan Selat Hormuz yang dilakukan oleh Iran.

Trump mengeklaim bahwa Selat Hormuz, jalur urat nadi minyak dunia yang saat ini terblokade, akan kembali beroperasi secara otomatis atau "terbuka secara alami" begitu perang dengan Iran dinyatakan selesai.

Ia menyebut bahwa fase tersulit dari operasi militer AS telah terlewati.

Trump mengisyaratkan bahwa Teheran sudah tidak lagi memiliki taji untuk menutup jalur tersebut secara permanen.

Rekomendasi Untuk Anda

"Iran sudah hancur lebur. Bagian yang paling berat sudah kita selesaikan," cetus Trump, mengutip CNN, Kamis (2/4/2026)

"Jadi, ketika konflik ini berakhir, selat itu akan terbuka sendiri. Terbuka begitu saja," tegasnya.

Tak hanya sesumbar soal kemenangan, Trump juga menyentil negara-negara sekutu AS.

Ia menegaskan bahwa Washington tidak akan lagi menjadi "satpam gratis" yang menjaga Selat Hormuz.

Menurutnya, negara-negara yang selama ini menikmati aliran minyak dari sana, seperti China hingga negara-negara Eropa, harus berani turun tangan sendiri.

Baca juga: Rusia Bergerak! Siap Mediasi Perang Iran Vs AS-Israel di Tengah Ketegangan Global

"Pergi ke sana, rebut kembali, dan lindungi untuk kepentingan kalian sendiri," tambahnya.

Namun, optimisme Trump ini berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan.

Para ahli maritim menyebut bahwa membuka kembali Selat Hormuz tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Risiko ranjau laut yang ditebar selama konflik serta trauma para pelaut menjadi hambatan besar.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas