Hari ke-52 Perang Iran Memanas! Pembicaraan Mandek, AS Sita Kapal, Teheran Ancam Balas
Pemerintahan Trump dorong pembicaraan Iran di Pakistan, tetapi Teheran belum merespons di tengah ketegangan dan ancaman militer.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Ketegangan meningkat tajam di perairan Teluk Oman dan Selat Hormuz.
Komando militer Iran menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata setelah menembaki kapal Iran.
Teheran bersumpah akan membalas tindakan tersebut.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Marinir menyita kapal Iran yang mencoba menembus blokade.
Trump mengklaim kapal dihentikan dengan merusak ruang mesinnya.
Perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM juga mengonfirmasi adanya tembakan peringatan terhadap kapalnya di Hormuz.
Militer Iran turut menghentikan dua kapal tanker setelah mengeluarkan peringatan.
Situasi ini memperlihatkan jalur energi global kembali berada di ambang krisis.
Di Iran: Eksekusi dan Tekanan Internal
Iran mengeksekusi dua pria yang dituduh bekerja sama dengan intelijen Israel.
Baca juga: Trump Larang Nuklir, Iran Balik Serang: Hak Kami Tak Bisa Dirampas!
Menurut laporan kantor berita kehakiman Mizan, keduanya merencanakan serangan di dalam negeri.
Langkah ini menunjukkan meningkatnya tekanan keamanan internal di tengah perang.
Di sisi lain, penerbangan internasional dari bandara Mashhad dijadwalkan kembali beroperasi.
Di Jalur Diplomasi: Negosiasi Terancam Gagal
Pemerintah Iran menolak rencana perundingan baru dengan Amerika Serikat.
Media pemerintah menyebut alasan penolakan karena blokade dan tuntutan Washington yang dianggap berlebihan.
Penolakan ini muncul beberapa jam setelah Trump mengumumkan pengiriman tim negosiator ke Islamabad.
Baca tanpa iklan