Hari ke-52 Perang Iran Memanas! Pembicaraan Mandek, AS Sita Kapal, Teheran Ancam Balas
Pemerintahan Trump dorong pembicaraan Iran di Pakistan, tetapi Teheran belum merespons di tengah ketegangan dan ancaman militer.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Trump kembali mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika kesepakatan gagal tercapai.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan siap terus memediasi konflik.
Ia mengaku telah berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta para pemimpin kawasan.
Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyebut masih ada peluang perpanjangan gencatan senjata.
Namun, sinyal damai dari berbagai pihak masih saling bertolak belakang.
Di Amerika Serikat: Tekanan Militer dan Optimisme
Trump menilai Iran telah melakukan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.
Meski begitu, ia tetap optimistis kesepakatan damai bisa tercapai.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya aksi militer di lapangan.
Di Israel dan Lebanon: Front Baru Menguat
Militer Israel memperingatkan warga Lebanon selatan untuk menjauhi zona tertentu.
Israel menyatakan pasukannya tetap berada di wilayah tersebut selama gencatan senjata.
Tel Aviv juga mengancam akan menggunakan kekuatan penuh jika menghadapi ancaman dari Hizbullah.
Baca juga: Kecam Penyitaan Kapal, Presiden Iran Minta AS Bertindak Lebih Rasional
Sebuah foto tentara Israel yang merusak patung Yesus memicu kemarahan publik.
Sementara itu, Prancis bersiap membahas situasi Lebanon setelah tewasnya pasukan penjaga perdamaian.
Di Panggung Global: Dukungan dan Dampak Meluas
Presiden Argentina Javier Milei menyatakan dukungan penuh terhadap operasi AS-Israel melawan Iran.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai keputusan yang tepat.
Di sektor ekonomi, harga minyak kembali melonjak akibat eskalasi terbaru.
Namun, harapan kesepakatan damai masih menahan gejolak pasar saham global.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan