Sistem Tangki Bahan Bakar AS Disusupi Peretas, Iran Dituduh sebagai Dalang
Pejabat AS mencurigai peretas Iran menyusup ke sistem pemantauan tangki bahan bakar yang tidak dilindungi kata sandi.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Ayu Miftakhul Husna
Ringkasan Berita:
- Pejabat AS mencurigai peretas Iran menyusup ke sistem pemantauan tangki bahan bakar yang tidak dilindungi kata sandi.
- Meski tidak menimbulkan kerusakan fisik, insiden ini menunjukkan lemahnya keamanan infrastruktur vital AS.
- Ancaman siber Iran disebut semakin berkembang melalui kombinasi operasi digital dan kampanye psikologis.
TRIBUNNEWS.COM - Pejabat intelijen Amerika Serikat mencurigai peretas Iran telah menyusup ke sistem digital yang memantau tangki penyimpanan bahan bakar di sejumlah negara bagian.
Mengutip ibtimes.co.uk, para penyusup diketahui mengakses jaringan pengukur tangki otomatis atau ATG yang tidak dilindungi kata sandi.
Automatic Tank Gauge (ATG) adalah perangkat elektronik, yang sering disebut sebagai sistem pemantauan tangki atau sistem pengukuran tangki otomatis, yang digunakan pada tangki penyimpanan bawah tanah atau di atas tanah untuk memantau level bahan bakar, volume, suhu, dan level air secara real-time.
Alat ini menyediakan kontrol inventaris yang penting, deteksi kebocoran, dan peringatan untuk mencegah pengisian berlebihan, dan umumnya digunakan di SPBU serta fasilitas penyimpanan industri, kimia, atau bahan bakar.
Peretas diduga memanipulasi pembacaan yang ditampilkan pada tangki dalam beberapa kasus, meski tidak mengubah level bahan bakar sebenarnya di dalam tangki.
Para ahli memperingatkan bahwa akses tanpa pengamanan seperti itu dapat dimanfaatkan untuk menyembunyikan kebocoran bahan bakar aktif, yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan serius.
Sistem Tanpa Kata Sandi Dinilai Mengundang Ancaman Global
Menurut CNN, Iran menjadi tersangka utama dalam pelanggaran tersebut karena negara itu memiliki rekam jejak panjang dalam menargetkan infrastruktur bahan bakar serupa.
Meski para penyerang mengubah tampilan pembacaan pada monitor, pihak berwenang memastikan tidak ada kerusakan fisik yang terjadi.
Namun, penyelidik mengingatkan bahwa memastikan pelaku secara pasti tetap sulit dilakukan karena keterbatasan bukti forensik digital.
Kelompok yang didukung negara Iran diketahui kerap mengeksploitasi jaringan Amerika yang mudah diakses dan terhubung ke sektor air maupun energi.
Setelah perang Israel-Hamas meletus pada Oktober 2023, sejumlah pelanggaran terhadap utilitas air di AS dilacak hingga ke peretas yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Baca juga: Siapa Handala? Kelompok Hacker Iran yang Sukses Retas Data Pribadi Bos FBI
Para peneliti sebenarnya telah memperingatkan risiko ATG yang terhubung ke internet selama lebih dari satu dekade.
Namun, operator infrastruktur penting masih kesulitan mengamankan perangkat keras mereka dari ancaman asing.
Konflik yang berlangsung juga disebut memicu perubahan taktik di Iran.
Kepala Direktorat Siber Nasional Israel, Yossi Karadi, mengatakan peperangan saat ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam skala, kecepatan, serta integrasi antara operasi siber dan kampanye psikologis.