Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Harga Minyak Dunia Meroket ke Level Tertinggi setelah Serangan Drone di PLTN UEA

Harga minyak dunia dilaporkan menyentung di level tertinggi pada Senin (18/5/2026) sejak perang antara AS dan Iran pecah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Dalam sebuah laporan menyebutkan bahwa harga minyak mentah dunia telah melonjak ke level tertinggi pada Senin (18/5/2026).
  • Kenaikan harga ini dipicu oleh serangan drone yang menyasar PLTN Barakah di UEA.
  • Berdasarkan data perdagangan internasional, kontrak berjangka minyak mentah Brent meroket $2,03 atau sekitar 1,86 persen ke posisi $111,29 per barel.
  • Sinyal serupa juga ditunjukkan oleh komoditas minyak mentah WTI AS yang melesat $2,31 atau 2,19 persen menuju level $107,73 per barel.

TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 1 persen hingga menyentuh level tertinggi dalam dua pekan terakhir pada perdagangan Senin (18/5/2026).

Lonjakan tajam ini dipicu oleh serangan drone yang menyasar fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah di Uni Emirat Arab (UEA).

Berdasarkan data perdagangan internasional yang dikutip Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent meroket $2,03 atau sekitar 1,86 persen ke posisi $111,29 per barel.

Brent bahkan sempat bertengger di angka $112 per barel di awal sesi, menandai rekor tertinggi sejak awal Mei lalu.

Sinyal serupa juga ditunjukkan oleh komoditas minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS yang melesat $2,31 atau 2,19 persen menuju level $107,73 per barel.

Penguatan ini melanjutkan reli positif akhir pekan lalu, di mana kedua jenis minyak acuan dunia tersebut telah mengantongi keuntungan hingga lebih dari 7 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

Melambungnya harga minyak tidak hanya disebabkan oleh kerusakan fisik akibat serangan, melainkan juga akibat pudarnya harapan perdamaian.

Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang multifront yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran dilaporkan menemui jalan buntu.

Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang berlangsung pekan lalu berakhir tanpa hasil konkret.

China, sebagai negara importir minyak mentah terbesar di dunia, tidak memberikan sinyal kuat bahwa mereka bersedia turun tangan membantu meredakan konflik di Selat Hormuz.

Baca juga: Bukan Cuma Minyak, Iran Disebut Bisa Lumpuhkan Internet Dunia dari Selat Hormuz

Di tengah kebuntuan tersebut, situasi kian diperparah oleh manuver politik Washington.

Gedung Putih mengisyaratkan bahwa Trump dijadwalkan segera menggelar rapat strategis guna membahas opsi militer formal terhadap Iran.

Arab Saudi Ikut Siaga

Otoritas keamanan UEA mengonfirmasi adanya serangan udara yang menargetkan kompleks luar PLTN Barakah di Abu Dhabi.

Meskipun serangan dilaporkan hanya mengenai generator listrik di luar perimeter inti dan tidak berdampak pada kebocoran radiasi, UEA mengutuk keras tindakan tersebut dan melabelinya sebagai "serangan teroris".

"Kami sedang menginvestigasi secara menyeluruh dari mana asal muasal drone tersebut."

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas