Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Harga Minyak Dunia Meroket ke Level Tertinggi setelah Serangan Drone di PLTN UEA

Harga minyak dunia dilaporkan menyentung di level tertinggi pada Senin (18/5/2026) sejak perang antara AS dan Iran pecah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti

"Uni Emirat Arab memiliki hak penuh secara hukum internasional untuk merespons serangan ini," tegas perwakilan resmi pemerintah UEA, mengutip Reuters.

Di saat yang bersamaan, ketegangan juga menjalar ke negara tetangga, Arab Saudi.

Angkatan Udara Riyadh dilaporkan berhasil mencegat dan menghancurkan tiga unit drone misterius yang kedapatan menyusup ke wilayah udara mereka dari arah Irak.

Pemerintah Arab Saudi langsung mengeluarkan peringatan keras bahwa mereka tidak akan segan mengambil tindakan operasional militer demi menjaga kedaulatan wilayahnya.

Baca juga: Iran Ancam Ubah Teluk Oman Jadi Kuburan bagi Kapal-kapal AS: Kita Sudah Bersabar sampai Sekarang

Saling Lempar Ancaman

Kebuntuan diplomasi damai diperparah dengan saling lempar ancaman antara AS dengan Iran.

Trump baru-baru ini melayangkan ancaman paling agresifnya terhadap rezim Teheran.

Dalam wawancaranya dengan Axios, Trump menegaskan bahwa waktu bagi Iran untuk berkompromi sudah hampir habis.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika Iran tidak segera mengajukan proposal perdamaian yang lebih masuk akal, Washington tidak akan ragu untuk meluncurkan gelombang serangan militer yang jauh lebih destruktif.

"Waktu terus berjalan bagi Iran," ujar Trump.

"Jika mereka tidak datang membawa tawaran kesepakatan yang lebih baik, mereka akan dihantam dengan jauh lebih keras!" tegasnya.

Sementara itu, Juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei membalas ancaman AS.

Rezaei memberikan pilihan mutlak kepada pemerintah Washington dalam menentukan arah hubungan bilateral kedua negara.

Dalam keterangan resminya yang dirilis oleh WANA News Agency, Rezaei menegaskan bahwa AS kini berada di persimpangan jalan.

Menurut Razaei, AS harus memilih antara berkompromi melalui jalur diplomatik resmi atau berhadapan langsung dengan kekuatan militer Iran.

"Amerika Serikat harus menerima syarat-syarat dari Republik Islam Iran dan tunduk kepada para diplomat kami."

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas