Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Raksasa Riset AI Jerman Angkat Kaki dari Israel, Dampak Perang Guncang Industri Teknologi

Bosch resmi tutup pusat riset AI di Israel. Dampak perang dan pergeseran industri teknologi global kini mulai mengguncang sektor startup negara itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Sejumlah analis menyebut nilai investasi dan kesepakatan bisnis teknologi di Israel turun ke titik terendah sejak 2018. Penurunan tersebut terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi geopolitik dan ketidakpastian keamanan di kawasan.

Penutupan pusat riset Bosch pun dianggap menjadi sinyal penting bahwa perusahaan teknologi global kini semakin mempertimbangkan faktor stabilitas politik dan keamanan sebelum menentukan lokasi pengembangan teknologi masa depan.

Apalagi, industri AI saat ini berkembang sangat cepat dan membutuhkan dukungan ekosistem yang stabil, tenaga kerja internasional, infrastruktur kuat, serta kepastian bisnis jangka panjang.

Faktor Ekonomi  Turut Jadi Alasan

Lebih lanjut Jekosch mengungkapkan bahwa keputusan penutupan pusat riset AI di Israel turut didasari pertimbangan ekonomi dan perubahan arah perkembangan industri kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di tingkat global.

Menurutnya, pusat pengembangan teknologi AI dunia saat ini semakin terkonsentrasi di sejumlah kawasan utama seperti China, Amerika Serikat, dan Eropa.

Kawasan-kawasan tersebut dinilai memiliki ekosistem teknologi yang lebih kuat, dukungan investasi besar, serta peluang komersial yang lebih menjanjikan bagi pengembangan teknologi masa depan.

Ia menambahkan, tren itu terutama terlihat pada pengembangan physical AI, yakni teknologi kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan perangkat fisik seperti robot industri, sensor cerdas, kendaraan otomatis, hingga sistem otomasi pintar yang kini berkembang pesat di sektor manufaktur dan teknologi modern.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejalan dengan perubahan tersebut, Bosch disebut tengah melakukan reposisi bisnis secara global agar lebih sesuai dengan perkembangan pasar internasional dan arah teknologi terbaru.

Alasan inilah yang kemudian mendorong Bosch agar dapat memusatkan sumber daya dan investasinya ke wilayah-wilayah yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan lebih besar dalam industri AI.

Tak tanggung-tanggung untuk merealisasikan ambisi ini Bosch juga menjalankan langkah efisiensi besar di Jerman dengan memangkas sekitar 20.000 tenaga kerja sebagai bagian dari restrukturisasi operasional dan penyesuaian bisnis di tengah ketatnya persaingan industri global.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas