Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PBB Peringatkan Dampak Meluasnya Perang Ukraina Imbas Insiden Drone Rusia Jatuh di Rumania

Sebuah drone yang diidentifikasi oleh pihak berwenang Rumania sebagai milik Rusia jatuh ke sebuah bangunan tempat tinggal di kota Galati.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in PBB Peringatkan Dampak Meluasnya Perang Ukraina Imbas Insiden Drone Rusia Jatuh di Rumania
Tangkap layar YouTube The White House dan CNN-News18
DRONE RUSIA - Ketegangan perang Rusia-Ukraina memasuki babak baru setelah sebuah drone Rusia menghantam gedung apartemen di kota Galați, Rumania, pada Jumat (29/5/2026). PBB kembali menegaskan peringatan tentang potensi dampak meluas dari perang Ukraina. 

Para pejabat Ukraina meminta maaf dan mengatakan bahwa drone tersebut ditujukan pada target militer di dalam Rusia tetapi melenceng dari jalur karena gangguan elektronik Rusia.

Sejak perang dimulai pada tahun 2022, Polandia, Kroasia, Rumania, dan Moldova yang bukan anggota NATO telah melaporkan pelanggaran wilayah udara dan menemukan pecahan drone di wilayah mereka.

Serangkaian pelanggaran wilayah udara telah memunculkan pertanyaan tentang kondisi pertahanan udara di sayap timur NATO.

Negara-negara NATO Beri Kecaman

Estonia, Lithuania, dan Latvia, serta Finlandia, telah melaporkan pelanggaran berulang ke wilayah udara mereka dalam beberapa bulan terakhir.

Pelanggaran wilayah udara oleh drone menyebabkan runtuhnya pemerintahan di Latvia awal bulan ini.

Diberitakan Al Jazeera, sekutu NATO dan pihak lain ikut menyuarakan kemarahan mereka.

Menteri Urusan Eropa Prancis, Benjamin Haddad, mengatakan insiden tersebut menyoroti ancaman yang ditimbulkan Rusia terhadap keamanan Eropa, seraya mencatat bahwa pasukan Prancis ditempatkan di Rumania.

Rekomendasi Untuk Anda

“Terlepas dari apakah itu disengaja atau akibat dari ketidakmampuan, Rusia tetap berbahaya dan kita harus membela diri terhadapnya,” kata Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski kepada kantor berita Reuters.

Baca juga: Putin Disapa Pal Laich di Depan Publik, Teori Pemeran Pengganti Kembali Mengguncang Rusia

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan insiden itu menunjukkan bahwa “perang agresi Rusia telah melampaui batas lagi.”

Seorang juru bicara NATO juga mengecam “kecerobohan Rusia” di media sosial.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha, yang negaranya mendesak Amerika Serikat untuk membantu meningkatkan pertahanan udaranya, berjanji bahwa “Ukraina berdiri teguh di samping Rumania” seraya menyebut Rusia sebagai ancaman bagi kawasan Laut Hitam dan benua Eropa yang lebih luas.

“Kami siap bekerja sama secara erat untuk memperkuat perlindungan dari ancaman tersebut,” tulisnya di media sosial, menambahkan bahwa upaya untuk memperkuat pertahanan udara Ukraina adalah “tugas strategis” untuk melindungi tidak hanya Ukraina tetapi juga mengurangi risiko bagi negara-negara tetangga.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa peningkatan serangan berisiko lepas kendali, dengan konsekuensi yang tidak diketahui dan tidak diinginkan.

Dia mengatakan bahwa lebih banyak warga sipil tewas dalam empat bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama dalam tiga tahun sebelumnya, dan menyerukan diplomasi, de-eskalasi segera, dan "gencatan senjata penuh dan tanpa syarat".

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas