Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Eks-Kepala Staf Israel: Iran Bertahan dari Tekanan Besar, Kini Pegang Kendali

Moshe Ya'alon mengomentari prospek kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran yang menurutnya justru menguntungkan Teheran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Eks-Kepala Staf Israel: Iran Bertahan dari Tekanan Besar, Kini Pegang Kendali
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
RUDAL IRAN - Tangkapan layar media sosial yang menunjukkan puing rudal terbakar dari serangan Iran ke Bandara Internasional Kuwait, Rabu (3/6/2026). Iran menyerang langsung Kuwait dengan dalih sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap kapal tanker dan fasilitas minyak mereka. 
Memuat video…

Eks-Kepala Staf Israel: Iran Bertahan dari Tekanan Besar, Kini Pegang Kendali

Ringkasan Berita:
  • Mantan Kepala Staf dan Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya'alon menilai Iran saat ini berada pada posisi yang lebih menguntungkan dan berhasil bertahan dari tekanan besar.
  • Ya'alon meragukan kesepakatan yang diupayakan Presiden AS Donald Trump dengan Iran akan lebih baik dibandingkan kesepakatan era Barack Obama.
  • Selain menyoroti isu Iran, Ya'alon juga mengkritik kekerasan yang dilakukan pemukim ekstremis terhadap warga Palestina di Tepi Barat, penegakan hukum di wilayah tersebut tidak berjalan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel sekaligus mantan Menteri Pertahanan Israel, Moshe Ya'alon, menyatakan kalau Iran saat ini berada dalam posisi yang menguntungkan.

Menurutnya, Teheran tidak hanya mampu menunjukkan kekuatan, tetapi juga berhasil bertahan menghadapi tekanan dari kekuatan-kekuatan besar dunia.

Dalam wawancara dengan surat kabar Israel Yediot Aharonot, Ya'alon mengomentari prospek kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Iran.

Ia menilai bahwa situasi saat ini justru memberi keuntungan strategis bagi Iran.

"Pada saat ini, Iran adalah pihak yang berada di posisi terbaik. Sayangnya, mereka tidak hanya tampak kuat, tetapi juga mampu bertahan menghadapi pasukan-pasukan besar," ujar Ya'alon dikutip dari Khbrn, Minggu (14/6/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Ia berpendapat bahwa kondisi tersebut dapat memperkuat posisi pemerintahan Iran, baik dari sisi politik maupun ekonomi.

Menurutnya, apabila Iran kembali memperoleh akses terhadap sumber daya keuangan yang lebih besar, rezim di negara itu berpotensi mengambil langkah yang lebih agresif, termasuk dalam isu pengembangan program nuklir.

Ya'alon mengatakan bahwa Iran dapat saja menyatakan, "Saya akan mengupayakan bom nuklir," seraya membandingkan kemungkinan tersebut dengan pendekatan yang selama ini ditempuh Korea Utara dalam mempertahankan kemampuan nuklirnya.

Baca juga: Jet Tempur Siluman F-35A AS Kirim Kode Darurat 7700 di Dekat Selat Hormuz, Kena Tembak Iran?

Ragukan Kesepakatan Baru AS-Iran

Dalam kesempatan yang sama, Ya'alon juga menyoroti pendekatan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap perundingan dengan Iran. Menurutnya, Trump sangat ingin mencapai sebuah kesepakatan yang dapat dipandang lebih baik dibandingkan kesepakatan nuklir yang dirintis pada masa pemerintahan mantan Presiden Barack Obama.

"Trump sangat ingin mencapai kesepakatan. Pada dasarnya dia ingin menunjukkan bahwa kesepakatannya lebih baik daripada kesepakatan Obama. Saya tidak melihat hal itu," kata Ya'alon.

Pernyataan tersebut mencerminkan pandangan kritis Ya'alon terhadap efektivitas diplomasi yang sedang diupayakan Washington. Ia menilai bahwa hasil dari proses tersebut belum tentu mampu membatasi ambisi strategis Iran secara lebih efektif dibandingkan kesepakatan sebelumnya.

Soroti Kekerasan Pemukim di Tepi Barat

Selain membahas isu Iran, Ya'alon juga mengangkat situasi keamanan di Tepi Barat yang menurutnya semakin mengkhawatirkan. Ia secara khusus menyoroti kekerasan yang dilakukan oleh sebagian pemukim ekstremis terhadap warga Palestina.

Usai melakukan kunjungan ke wilayah yang oleh Israel disebut Yudea dan Samaria tersebut, Ya'alon mengaku menyaksikan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas