Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

AS Ungkap Selat Hormuz Akan Dibuka Lagi Secara Gratis, Kapal-kapal Bisa Bergerak Bebas

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali secara gratis untuk jangka panjang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Nuryanti
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in AS Ungkap Selat Hormuz Akan Dibuka Lagi Secara Gratis, Kapal-kapal Bisa Bergerak Bebas
HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
SELAT HORMUZ - Lalu lintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali secara gratis untuk jangka panjang. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • AS menegaskan bahwa Iran harus memenuhi komitmennya sebelum mendapatkan manfaat ekonomi apa pun.
  • Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kemacetan di Selat Hormuz merupakan prioritas utama karena dampak ekonomi global dari lonjakan harga minyak.
  • JD Vance mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali secara gratis untuk jangka panjang.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) mengatakan kapal-kapal akan bergerak bebas melalui Selat Hormuz berdasarkan kesepakatan perdamaian Iran yang ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump, Senin (15/6/2026).

AS menegaskan bahwa Iran harus memenuhi komitmennya sebelum mendapatkan manfaat ekonomi apa pun.

Komitmen tersebut termasuk kemungkinan dana rekonstruksi sebesar $300 miliar untuk negara yang porak-poranda akibat perang, tetapi pencairan dana akan "dikaitkan dengan kinerja."

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh seorang pejabat senior pemerintahan Trump dalam sebuah panggilan telepon dengan wartawan.

Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara elektronik pada Minggu (14/6/2026).

"Presiden ingin menandatanganinya secara pribadi karena dia ingin menunjukkan dedikasinya pada proses tersebut," kata seorang pejabat AS dengan syarat anonim, dilansir Arab News.

Rekomendasi Untuk Anda

Penandatanganan ini akan memulai periode 60 hari di mana Teheran dan Washington akan mencoba untuk mencapai kesepakatan perdamaian skala penuh.

"Kami ingin memprioritaskan diskusi nuklir," kata seorang pejabat AS dalam panggilan tersebut.

Selat Hormuz akan Dibuka Gratis

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kemacetan di Selat Hormuz merupakan prioritas utama karena dampak ekonomi global dari lonjakan harga minyak.

Vance mengatakan kepada CNBC bahwa ada kesepahaman dengan Iran bahwa selat tersebut akan dibuka kembali "secara gratis untuk jangka panjang, dan itulah yang akan kita cari tahu dalam negosiasi teknis ini."

Trump sendiri mengatakan selat penting itu akan "sepenuhnya terbuka" mulai Jumat (19/6/2026), tetapi menambahkan bahwa masih ada "perburuan" yang berlangsung untuk memastikan selat tersebut bebas ranjau.

Baca juga: Komandan Pasukan Quds Iran Akhirnya Muncul, Puji Poros Perlawanan: Tak Ada yang Bisa Lawan Hizbullah

Lalu lintas pengiriman diperkirakan akan kembali ke tingkat sebelum perang "dalam beberapa minggu ke depan," tetapi sudah ada "peningkatan lalu lintas yang substansial," kata pejabat AS pertama.

Namun, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada hari Senin bahwa kesepakatan itu akan memungkinkan mereka untuk mengenakan biaya layanan maritim pada kapal yang melintasi Selat Hormuz, daripada mengenakan "tol."

Selat Hormuz Tak Dibuka sampai Kesepakatan Ditandatangani

Pada awal perang, serangan Iran terhadap kapal-kapal menyebabkan lalu lintas di Selat Hormuz - yang dilalui seperlima minyak dan gas alam dunia sebelum konflik - hampir terhenti.

Trump kemudian menerapkan blokade sebagai respons.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas