Pengunjung PKN Revolusi Mental 2018 Ramaikan Stand Layanan Publik dan Pemutaran Film Inspiratif
Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental menghadirkan Pameran Inovasi Pelayanan Publik yang diikuti oleh 100 stand pameran dari Kementerian.
Editor: Content Writer
“Berbagai stand yang ada di PKN Revolusi Mental ini cerminan semangat melayani dari pemerintah dan saya senang karena berbagai pelayanan yang diberikan sangat cepat,” paparnya.
Mercy berharap Pameran Inovasi Pelayanan Publik ini dapat secara rutin dilakukan. Dengan demikian, banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat untuk mengakses layanan publik.
“Saya juga berharap dapat hadir berbagai inovasi lainnya sehingga pelayanan yang diberikan semakin mudah diakses oleh masyarakat,” jelasnya.
Selain menghadirkan Pameran Inovasi Pelayanan Publik, PKN Revolusi Mental 2018 juga mengajak masyarakat untuk menonton pemutaran film bertemakan revolusi mental.
Selain menonton film, masyarakat juga diajak berdiskusi dengan para aktor, sineas, maupun pengamat film yang dihadirkan dalam acara ini.
Terdapat beberapa film yang diputar dalam acara ini yaitu Air dan Api, Lima, Jalan Raya Pipikoro, dan Darah Garuda.
Acara pemutaran film ini dilakukan di Lapangan Koni Sario dan eks Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Teuku Rifnu Wikana, salah satu pemain film Darah Garuda yang ditemui di sela-sela pemutaran film menjelaskan bahwa seluruh masyarakat di dalam film ini, persahabatan, persatuan, dan Pancasila merupakan nilai yang ditekankan sehingga diharapkan para penonton dapat memahami arti penting perjuangan Indonesia saat mempertahankan kemerdekaan.
“Selain itu, kita semua juga harus memiliki kebersamaan, harus akur, harus punya nasionalisme yang tinggi. Kemerdekaan yang sudah diraih oleh Indonesia bukanlah milik golongan tertentu tetapi perjuangan ini adalah untuk seluruh masyarakat Indonesia yang beragam dan hal inilah yang selalu diperjuangkan oleh founding fathers kita,” papar Rifnu.
Rifnu berharap melalui acara pemutaran film ini, masyarakat Indonesia dapat memahami arti penting dari perjuangan pahlawan-pahlawan Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Hasil yang kita petik saat ini merupakan buah dari pengorbanan dan jasa para pahlawan yang telah berjuang menghadapi para penjajah.
“Mental kita yang lemah karena harus disingkirkan dulu. Pelajari Indonesia secara utuh termasuk sejarahnya budayanya agar kita mampu mempertahankan kemerdekaan dan memajukan Bangsa Indonesia,” pungkasnya. (*)