Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Waspada Demam Berdarah

Menkes RI Nila Moeloek Sebut Fogging Belum Cukup, Masih Perlu 3M Plus, Apa Saja Itu?

Menkes menjelaskan bahwa menghilangkan jentik-jentik nyamuk (larva) itu lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa

Menkes RI Nila Moeloek Sebut Fogging Belum Cukup, Masih Perlu 3M Plus, Apa Saja Itu?
Sriwijaya Post/Syahrul Hidayat
Petugas (Kedokteran Kepolisian) Dok Pol Sumsel melakukan fogging (pengasapan) di Markas Polreseta Palembang, Senin (9/1). Fogging dilakukan untuk mengantisipasi mewabahnya nyamuk aedes aegypti yang menyebarkan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di musim penghujan saat ini. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengasapan atau fogging bukan strategi yang utama dalam mencegah demam berdarah dengue ( DBD).

Fogging tidak dilakukan secara rutin, hanya dilakukan saat terjadi kasus di suatu wilayah, sehingga daerah di sekitarnya melakukan fogging untuk memberantas nyamuk sebagai vektor penyakit DBD.

“Pencegahannya itu bukan melalui fogging, tetapi bagaimana kita menjaga kebersihan dan menghilangkan jentik nyamuk. Fogging ini kan memakai insektisida, sehingga kita khawatir ada resistensi”, ujar Menkes Nila F Moeloek di Jakarta belum lama ini.

Menkes menjelaskan bahwa menghilangkan jentik-jentik nyamuk (larva) itu lebih mudah daripada mengendalikan saat sudah menjadi nyamuk dewasa.

Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di genangan air yang bersih di sekitar lingkungan kita.

“Untuk pemberantasan jentik ini kita bisa lakukan berbagai cara, salah satunya adalah menaburkan bubuk abate (abateisasi)”, tutur Menkes.

Seperti kita ketahui, pencegahan DBD yang paling efektif dan efisien sampai saat ini adalah kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus.

Singkatan dari 3M, antara lain Menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air,  tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Adapun yang dimaksud dengan Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan seperti menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk.

Kemudian menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Penulis: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas