Tribun Kesehatan

Ini Dia Risiko Makan Daging Disudahi Minuman Manis

Minuman yang mengandung gula tinggi dapat mengacaukan metabolisme tubuhsaat dipasangkan dengan makanan berprotein tinggi.

Editor: Willem Jonata
zoom-in Ini Dia Risiko Makan Daging Disudahi Minuman Manis
net
Ilustrasi makan banyak 

TRIBUNNEWS.COM - Saat menikmati menu olahan daging sebaiknya tidak dipadukan minuman manis dan segar. Jus buah misalnya.

Konsumsi olahan dengan protein tinggi banyak dianjurkan bagi ibu yang baru saja melahirkan. Tak terkecuali bagi Anda yang sedang dalam masa pemulihan.

Kandungan protein dapat mempercepat pemulihan luka, memperkuat kekebalan tubuh, dan serangkaian manfaat lain. 

Namun, manfaat dari diet tinggi protein, ternyata bisa rusak oleh minuman bergula tinggi, seperti soda, teh manis, minuman manis kemasan, dan bahkan jus buah.

Inilah alasan Anda sebaiknya tidak mengonsumsi minuman manis bersamaan, dengan makanan kaya protein.

Minuman yang mengandung gula tinggi dapat mengacaukan metabolisme tubuh (sehingga membuat tubuh cepat gemuk) saat dipasangkan dengan makanan berprotein tinggi.

Sebuah studi yang terbit di jurnal BMC Nutrition tersebut mulanya berangkat dari pertanyaan “Apa yang terjadi saat ibu menggabungkan makanan sehat dan minuman yang tidak sehat? Apakah efek negatifnya lebih besar ketimbang efek positif?”

Dari penelitian tersebut, para periset menemukan apa yang terjadi saat mencampur sesuatu yang manis dengan makanan kaya protein. Hasilnya adalah penggemukan tubuh.

Periset mengumpulkan 27 orang dewasa muda dengan berat badan yang sehat dan melibatkan mereka ke dalam dua studi 24 jam.

Setelah semalaman berpuasa, peserta diberi dua porsi makanan yang masing-masing mengandung 15 persen protein dan 30 persen protein.

Setiap makanan mengandung 500 kalori dan 17 gram lemak, dan salah satu porsi makan dipasangkan dengan minuman manis.

Selama penelitian, peserta studi ditempatkan di ruang kalorimeter, yaitu ruangan yang dapat mengukur aktivitas, oksigen, karbon dioksida, temperatur, dan tekanan untuk mengetahui pengeluaran energi dan pengolahan nutrisi oleh tubuh.

Hasil menunjukkan, saat peserta diberi satu porsi makanan dengan minuman manis, terjadi penurunan oksidasi lemak dalam tubuh, yaitu sebuah proses penting dalam pembakaran lemak.

"Kami terkejut dengan dampak minuman manis pada metabolisme saat dipasangkan dengan makanan berprotein tinggi," kata pemimpin penelitian Shanon Casperson, Ph.D., ahli biologi penelitian di Pusat Penelitian Nutrisi Manusia di Grand Forks AS.

"Kombinasi ini juga meningkatkan keinginan makan makanan gurih dan asin selama empat jam setelah makan."

Studi tersebut menunjukkan bahwa memasangkan minuman manis dengan makanan tinggi protein dapat mempengaruhi asupan dan keseimbangan energi.

"Di sisi asupan, energi tambahan dari minuman manis tidak membuat orang merasa lebih kenyang," kata Casperson.

"Di sisi pengeluaran, kalori tambahan dari minuman manis tidak mudah dikeluarkan tubuh dan justru menyebabkan penurunan pembakaran lemak.”(*)

Wiki Terkait

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas