Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bunda, Benarkah Susu Bisa Buat Anak Lebih Tinggi?

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan seseorang.

Bunda, Benarkah Susu Bisa Buat Anak Lebih Tinggi?
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tinggi badan seseorang. Mulai dari generik, stimulasi, aktivitas fisik, lingkungan, sampai nutrisi.

Bicara tentang nutrisi, pertumbuhan sel-sel tubuh sendiri memerlukan suplai energi, protein, asam amino, air, lemak, vitamin, dan mineral. Head of Medical KALBE Nutritionals, dr. Muliaman Mansyur menyebutkan ada sekitar 50 asupan gizi yang bisa membantu tinggi badan. Beberapa berasal dari biji-bijian, sayuran, buah, sumber protein hewani, nabati dan susu sapi.

Faktanya, memberi susu yang sudah difortifikasi secara rutin pada Si Kecil dapat membantu anak Anda dalam memperoleh gizi penting, di antaranya protein, kalsium, vitamin D, vitamin K, dan zink yang berguna bagi pertumbuhan Si Kecil.

dr. Muliaman juga menjabarkan manfaat dari gizi-gizi di atas:

  • Protein:  berfungsi sebagai pembangun sel. Bisa didapatkan dari daging ayam, daging sapi, telur, seafood, ikan, susu dan keju. Tak lupa juga buah-buahan seperti alpukat dan pisang, kemudian sayuran tauge dan kacang-kacangan.
  • Kalsium: sebagai pembentuk tulang. Sebanyak 99% dari kalsium tubuh disimpan di tulang dan gigi. Bunda bisa mendapatkannya dari susu, keju, yoghurt, ikan salmon atau sardine, serta beberapa sayuran hijau seperti brokoli.
  • Vitamin D: membantu penyerapan kalsium dan fosfor, kemudian mampu merangsang hormon pertumbuhan. Sumbernya berasal dari susu, kuning telur, ikan cod, salmon, dan sardine.
  • Vitamin K: penting untuk menjaga kesehatan tulang. Bisa bunda dapatkan melalui sayuran hijau, bayam, dan kecambah.
  • Zink/Seng: diperlukan dalam jumlah tertentu untuk mempercepat laju pertumbuhan sel tulang dan juga untuk merangsang hormon pertumbuhan. Berasal daging kalkun, ayam, sapi, produk susu dan apricot yang dikeringkan, alpukat, dan buah peach.

Di China sendiri dalam beberapa tahun terakhir ini, terlihat banyak generasi muda yang tinggi badannya di atas rata-rata. Tentu hal ini tidak bisa dilepaskan dari usaha pemerintah China dalam beberapa dekade terakhir, yang mengharuskan konsumsi susu sejak masa anak-anak.

Dari studi “The American Journal of Clinical Nutrition” ditemukan bahwa anak-anak yang minum susu mempunyai tinggi badan 4 cm lebih tinggi dari anak seusia yang tidak minum susu.

Anda bisa memilih susu cair Morinaga Chil*Go! yang mengandung nutrisi lengkap, diproses secara higienis, dan dikemas secara praktis. Susu cair anak ini juga berfungsi mendukung proses belajar Si Kecil dan daya ingatnya karena mengandung sinergi nutrisi yaitu kolin serta inositol, zat besi, yodium, dan vitamin B kompleks.

(Morinaga Chil*Go)

Susu memang penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan Si Kecil. Namun, para orangtua juga perlu memahami beberapa faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan Si Kecil seperti :

Genetik

Selama anak masih dalam tahap pertumbuhan, selama itu pula ia masih dapat bertambah tinggi. Pada masa pertumbuhan tersebut, lempeng pertumbuhan pada tulang belum menutup sehingga memungkinkan tulangnya terus bertambah panjang.

Setelah usia ini, kemungkinan pertumbuhan tulangnya sangat kecil. Namun, jika memang genetik Si Kecil tidak mendukung, tentunya ia tidak bisa tinggi kembali.

Olahraga

Agar pertumbuhan tinggi badannya berlangsung optimal, anak juga perlu berolahraga. Berjalan cepat, bersepeda, atau berenang adalah jenis olahraga sederhana yang dapat dilakukan oleh anak. Lakukan secara teratur maka pertumbuhan tulangnya akan terstimulasi sekaligus menghindarkan anak dari risiko kegemukan.

Tidur cukup

Nutrisi dan stimulasi yang diberikan harus diimbangi dengan tidur malam yang cukup, yaitu 10-12 jam. Saat tidur, tubuh melepaskan hormon yang dapat menstimulasi pertumbuhannya. Semakin lelap anak tidur dan dengan durasi yang cukup, semakin optimal pula kerja hormon pertumbuhan.

Editor: Content Writer
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas