Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bukan Hanya Penyakit Fisik, Penyakit Kejiwaan Juga Kerap dialami Jemaah Haji

Menteri Kesehatan Nila Moeleok sebut ada beberapa faktor menyebabkan gangguan kejiwaan pada peserta haji, mulai dari faktor sosial hingga sosial.

Bukan Hanya Penyakit Fisik, Penyakit Kejiwaan Juga Kerap dialami Jemaah Haji
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Bukan hanya penyakit fisik, para jemaah haji juga ada yang mengalami gangguan kejiwaan saat sedang menjalankan ibadah.

Menteri Kesehatan Nila Moeleok menyebutkan ada beberapa faktor menyebabkan gangguan kejiwaan pada peserta haji, mulai dari faktor sosial dan faktor budaya.

Perasaan bahagia yang berlebih setiba di tanah suci pun bisa membuat seseorang tidak dapat menahan diri yang dapat menyebabkan gangguan.

Baca: Jemaah Haji Indonesia yang Berusia Sekitar 60 Tahun Minimal Idap Satu Penyakit

Baca: Menteri Kesehatan Nila Moeleok Imbau Petugas Kesahatan Sigap Layani Jemaah Haji

“Banyak faktor ya mulai dari terlau bersemangat, sosial, beda budaya, terutama excited banyak yang sampai disana sampai hilang kontrol, saya berharap jangan ada lagi yang seperti itu,” ungkap Nila Moeloek saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2019).

Lebih detil, Kepala pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Eka Jusuf menjabarkan faktor lainnya yang memancing kejiwaan seeorang saat sedang menjalankan ibadah haji karena stres.

Faktor stres tersebut bisa terjadi misalnya karena terbiasa tidur sendiri tetapi saat di penginapan ibadah haji tidurnya harus beramai-ramai.

“Bisa karena stres kan, kondisi lingkungan beda, yang biasanya tidur sendiri di sana empat sampai lima orang 4 sampai 5 orang kan stres,” ungkap Eka.

Bahkan ada sekitar 47 peserta haji asal Indonesia yang di tahun 2018 lalu harus mengalami perawatan di Mekkah karena alasan gangguan kejiwaan sehingga membuat pemerintah sangat konsen pada kesehatan jemaah haji sebelum keberangkatan.

“Ini tinggal intervensi kita komitmen politik kita harus kuat dalam memastikan kesehatan jamaah. Pemerintah harus itu pro kesehatan jamaah, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama,” pungkas Eka.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Willem Jonata
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas