Tribun Kesehatan
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Kemenkes Gandeng Pihak Swasta untuk Edukasi Pentingnya Kesehatan

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013

Kemenkes Gandeng Pihak Swasta untuk Edukasi Pentingnya Kesehatan
IST/Reckitt Benkiser
General Manager Reckitt Benkiser Indonesia Srinivasan Appan, didampingi Direktur Promosi Kesehatan, Kementerian Kesehatan Riskiyana, dan Sekjen Kemenkes RI, Oscar Primadi, menandatangani MoU dengan Kemenkes, untuk mendukung berbagai program kesehatan, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga kesehatan masih sangat rendah. Baik di kota, maupun di desa.

Hal ini menjadi tantangan semua pihak, terutama Kementerian Kesehatan.

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan Riskesdas 2013, antara lain kanker, stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus dan hipertensi.

Hasil Riskesdas juga menyebutkan proporsi kurangnya aktivitas fisik naik dari 26,1 persen menjadi 33,5 persen.

Hal lainnya yang juga menyumbang meningkatnya penyakit tidak menular adalah proporsi konsumsi buah dan sayur yang kurang pada penduduk yakni sebesar 95,5 persen.

Seorang petani sayuran sedang beraktivitas di lahan pertanian yang berada di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Senin (8/7/2019). Sejumlah petani merasa rugi karena musim kemarau yang cukup panjang menjadi salah satu problem yang harus dihadapi para petani, tak terkecuali petani sayur di kawasan utara Jakarta tersebut. Tribunnews/Jeprima
Seorang petani sayuran sedang beraktivitas di lahan pertanian yang berada di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Senin (8/7/2019). Sejumlah petani merasa rugi karena musim kemarau yang cukup panjang menjadi salah satu problem yang harus dihadapi para petani, tak terkecuali petani sayur di kawasan utara Jakarta tersebut. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Kemenkes sejatinya terus mengajak masyarakat Indonesia untuk menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang memprioritaskan pada tiga hal, yakni aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, perbanyak konsumsi sayur dan buah dan mengecek kondisi kesehatan secara berkala.

Ajakan itu dilandasi fakta penyakit masyarakat Indonesia saat ini lebih banyak pada penyakit katastropik, yang sebenarnya bisa dicegah melalui pola hidup sehat.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan kementerian lainnya, juga mengajak swasta untuk bersama-sama mengedukasi pentingnya menjaga kesehatan.

Langkah nyata dari gerakan ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenkes dengan PT Reckitt Benckiser pada acara puncak Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (11/7/2019).

General Manager Reckitt Benckiser Indonesia Srinivasan Appan menyampaikan perusahaannya menaruh perhatian penting terhadap edukasi mengenai aspek kesehatan di Indonesia.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Deodatus Pradipto
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas