Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Kesehatan
LIVE ●

ODHIV Terpaksa Pinjam Obat Pasien Lain karena Stok ARV Terbatas

ARV krusial bagi seorang ODHIV dan ODHA. Obat ini bisa mencegah virus HIV berkembang dan mengurangi risiko penularan

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Deodatus Pradipto
zoom-in ODHIV Terpaksa Pinjam Obat Pasien Lain karena Stok ARV Terbatas
TRIBUN/DANY PERMANA
Aktivis Indonesia AIDS Coalition (IAC) Ferry menunjukan obat HIV/AIDS saat melakukan sesi wawancara dengan Tribunnews, di Jakarta, Kamis (28/11/2019). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Aditya mengatakan karena respons tubuh yang berbeda-beda, ada ODHA yang mengalami keracunan obat. Untuk meminimalisasi hal tersebut, maka dibutuhkan obat bertoksisitas rendah, namun tingkat kemanjurannya tinggi.

Efek samping ARV ternyata juga membuat ODHA malas meminum obat. Hal ini bertolak belakang dengan efek positif yang ditimbulkan ARV, yaitu menjaga sistem kekebalan tubuh. Hal lain yang membuat ODHA/ODHIV malas minum obat adalah tahapan-tahapan yang harus mereka jalani untuk mengambil obat. Tahapan administrasi yang panjang tersebut juga membutuhkan biaya besar.

"Mereka mengambil di tempat yang mudah mendapatkan diskriminasi. Ditambah malas minum obat karena obat meninggalkan efek samping karena toksisitasnya," kata Aditya.

Sepi Maulana Ardiansyah (28), Pengidap HIV/AIDS menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Jakarta, Selasa (26/11/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sepi Maulana Ardiansyah (28), Pengidap HIV/AIDS menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Jakarta, Selasa (26/11/2019). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Sepi Maulana Ardiansyah, seorang ODHIV, mengaku tidak pernah memiliki masalah dalam mendapatkan ARV. Davi, sapaannya, mengonsumsi ARV jenis Efavirenz dan Duviral Lamivudine Zidovudine.

Davi mendapatkan obat-obatan itu secara cuma-cuma alias gratis. Namun demikian, Davi harus membayar biaya administrasi sebesar Rp80.000,-. "Aku dapat di Klinik Carlo, Rumah Sakit Sint Carolus. Gratis," ujar Davi kepada Tribun Network di Jakarta, Selasa (26/11).

Pria yang aktif sebagai relawan di Perkumpulan Inti Muda Indonesia itu mengatakan ketersediaan ARV di wilayah Jabodaetabek tergolong aman. Namun demikian, ODHIV dan ODHA harus menerima obat pecahan atau ARV yang jenisnya berbeda-beda.

"Ada info di daerah sedang stock out untuk beberapa jenis ARV," kata Davi. 

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas