Penyebab Orang Terkena Serangan Jantung, Meski Sering Olahraga & Jalani Hidup Sehat
Penyebab seseorang terkena serangan jantung meski sering berolahraga, ternyata ada olahraga yang baik dan kurang baik bagi kesehatan jantung.
Penulis: Inza Maliana
Editor: Miftah
TRIBUNNEWS.COM - Kabar duka yang datang dari aktor asal Malaysia, Ashraf Sinclair pada Selasa (18/2/2020) pagi menuai sorotan.
Pasalnya, kepergian suami dari aktris dan penyanyi Bunga Citra Lestari itu dirasa 'mendadak'.
Seperti diketahui penyebab meninggalnya Ashraf adalah terkena serangan jantung.
Padahal sosok Ashraf sendiri dikenal sebagai orang yang hobi berolahraga dan menjalani gaya hidup sehat.
Hal itu bisa dilihat dari beberapa postingan di akun Instagram pribadinya.
Lantas mengapa orang yang hobi olahraga dan menjalani hidup sehat bisa terkena serangan jantung?
Seorang Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh darah bernama dr. Victor Herlambang, SpJP. menjawab pertayaan tersebut
Menurut dr. Victor, ada beberapa jenis olahraga yang baik dan kurang baik untuk kesehatan jantung.
Baca: Kenapa Serangan Jantung Banyak Terjadi di Pagi Hari? Ini Penjelasannya
Baca: 5 Makanan untuk Jantung Sehat, Hindari Serangan Jantung dengan Konsumsi Tahu hingga Minyak Zaitun
Baca: Kenali Tanda-tanda Serangan Jantung, Yuk Deteksi Sejak Dini
"Olahraga yang baik untuk jantung harus yang bersifat aerobik. Contohnya adalah jalan kaki, jogging, berenang, sepeda dan senam."
"Sedangkan beberapa olahraga yang sifatnya kompetisi, seperti futsal, badminton, lari sprint, dan lain-lain, kurang baik untuk jantung."
"Karena olahraga tersebut dapat memicu seseorang mengalami serangan jantung," ujar dr. Victor kepada Tribunnews.com, Selasa (18/2/2020).
Untuk itu, dokter yang biasa berpraktik di Rumah Sakit dr. Oen Kandang Sapi, Surakarta itu menyarankan, bagaimana olahraga yang baik untuk kesehatan jantung.
"Olahraga yang baik untuk jantung dianjurkan hanya 3-5 kali dalam seminggu, dengan durasi kurang lebih 30 menit setiap sesinya," tutur dr. Victor kepada Tribunnews.com.
Dalam durasi 30 menit tersebut, dr. Victor menganjurkan untuk membaginya menjadi 3 tahap.
Yaitu 10 menit awal untuk pemanasan, 10 menit tengah untuk peak exercise, dan 10 menit di akhir untuk cooling down.
Faktor penyebab serangan jantung
Sementara itu, lanjut dr. Victor, tahap puncak dalam olahraga atau peak exercise harus disesuaikan dengan umur.
Karena intensitas olahraga yang baik untuk jantung adalah intensitas sedang.
Yaitu dengan denyut jantung kurang lebih 60 persen dari denyut maksimal yang menyesuaikan umur.
"Misal usia 50 tahun, denyut maksimalnya adalah 220-50= 170 kali per menit. Peak exercise dengan denyut kurang lebih harusnya adalah 102 kali per menit," jelasnya.
Sedangkan risiko penyebab serangan jantung, dr. Victor menyebutkan ada lima faktor yang utama.
"Merokok, diabetes mellitus atau kencing manis, hipertensi, hiperkolesterol atau kolesterol tinggi dan riwayat keluarga dengan serangan jantung atau meninggal mendadak," katanya.
Untuk itu serangan jantung bisa dialami oleh seseorang yang memiliki faktor resiko tersebut.
Meski begitu, lanjut dr. Victor serangan jantung juga bisa dialami oleh siapapun, bahkan yang tanpa faktor risiko itu.
Karena ada beberapa kasus dimana serangan jantung disebabkan robeknya pembuluh darah koroner akibat olahraga ekstrim.
(Tribunnews.com/Maliana)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.