Tribun Kesehatan

Eksklusif Tribunnews

Kisah Unik Dokter Budi Sylvana Evakuasi WNI dari Wuhan, Badan Engap Kenakan Baju Astronot

Dokter budi mengaku dalam waktu 1x24 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan harus dievakuasi

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Choirul Arifin
Kisah Unik Dokter Budi Sylvana Evakuasi WNI dari Wuhan, Badan Engap Kenakan Baju Astronot
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kepala Pusat Krisis Kemenkes, Dr Budi Sylvana berpose wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Jakarta, Selasa (18/2/2020). Dr Budi berbicara mengenai pengalamannya melakukan observasi WNI yang dievakuasi dari Wuhan di Natuna. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ada tidak apresisasi dari pemerintah kepada tim yang bertugas di Natuna?

Kita tidak berharap itu sebenarnya karena ini merupakan tugas. Tapi selesai melakukan observasi kita sudah mendapatkan penghargaan dari Menkes, Menhub, dan beberapa lagi dari dua menteri kalau saya tidak salah. Apresiasi sebagai kepada semua tim yang bekerja dengan baik.

Kesulitan menangani peserta observasi?

Tidak ada. Mereka semua itu well educated. Mereka ini rata-rata mahasiswa yang 90 persen lebih itu mahasiswa S1, S2, dan S3. Mereka ini cukup pintar, anak milenial yang cukup bagus.

Mereka menguasai tiga bahasa, Indonesia, Inggris, dan Mandarin.

Cukup luar biasa gitu karena mereka well educated, apa yang kita sampaikan, protokol yang kita sampaikan, mereka Ikuti. Jadi tidak terlalu sulit. Yang sulit adalah mengatur jam tidur mereka.

Ada pesan untuk masyakarat yang masih takut soal corona?

Saya kira wajar sebenarnya. Lagi tren ini virus tapi usaha. Yang penting usaha yang harus kita lakukan adalah menjaga kesehatan diri sendiri.

Baca: Kabar Baik! Ahli Medis di China Temukan Obat Virus Corona, Siapa Sangka Kerap Dipakai di Indonesia

Pola hidup bersih dan sehat. Gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat itu harus benar-benar kita jalankan. Mudah-mudahan misalkan itu kita jalankan, virus ini tidak akan berkembang di tubuh kita.

Baca: Kesaksian Dokter Mineo Matsubara, Tim Medis DMAT Jepang Hadapi Wabah Virus Corona

Kalau kita sehat, dua Minggu di sana tidak ada yang sakit. Mereka juga karena fisiknya kita latih setiap hari. Kita ajak mereka bergerak, konsumsi makanan kita atur, istirahat juga kita atur, sehingga mereka betul-betul, dengan gerakan masyarakat hidup bersih dan sehat, bisa mencegah virus itu.

Bagaimana persiapan Indonesia jika ada yang terjangkit corona?

Kita sudah melakukan persiapan segala sesuatunya termasuk rencana kontijensi jika ada, jika pun ada kita sudah siapkan rumah sakit untuk menghadapi Corona. Kita sudah siapkan kapsul transportasi untuk merujuk orang jika terkena virus Corona. Jadi semua sudah kita siapkan, ada skenario dengan baik. (denis/genik)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas